SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Demi menjaga keselamatan para pekerja, pengerjaan proyek Enginnering, Procurement, and Construction (EPC)-1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu terpaksa harus dihentikan ketika hujan turun.
“Iya harus dihentikan,” kata Community Affairs konsorsium PT.Tripatra Engineers and Cosntructors-Samsung Budi Karyawan menanggapi turunya hujan yang kerap terjadi belakangan ini.
Budi mengungkapkan, pada setiap pengerjaan proyek di Banyuurip telah dilakukan Job Safety Analysis (JSA).
“Setiap jenis pekerjaan itu selalu di assessment, ada JSA nya disana dicantumkan apa saja yang mengharuskan pekerjaan dihentikan,” tegas dia.
Budi menambahkan, setiap pekerjaan berbeda JSA-nya. Salah satu jenis pekerjaan yang dihentikan termasuk perlatan berat.
“Lha kalau pekerjaan pancang atau lihting dengan crane, akan dihentikan ketika hujan karena takut petir,” ujarnya.
Pria yang syarat pengalaman di dunia engineers ini menerangkan, pekerjaan yang menggunakan alat berat ditempat terbuka juga terpaksa harus dihentikan selam hujan turun.
“Alat berat excavator ditempat terbuka tanpa pengamanan petir juga harus berhenti,” kata dia, menjelaskan.
Namun, saat disinggung mengenai nilai kerugian persewaan alat berat akibat dihentikanya pekerjaan tersebut, dia mengaku tidak tahu menahu.
Sementara itu, pantauan dilapangan sejak Rabu (25/12/2013) sore tadi kondisi cuaca disekitar proyek Banyuurip tidak seperti biasanya. Cuaca relatif cerah meski sempat mendung.(roz)