SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Puluhan rumah dan ratusan hektar lahan pertanian di dua kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tergenang banjir luapan Sungai Bengawan Solo sejak sore kemarin. Meskipun dari hulu Tinggi Muka Air (TMA) sudah surut, namun diprediksi genangan air bakal meluas.
“Untuk wilayah Kecamatan Soko ada 76 rumah yang terendam air,” ujar Camat Soko, Suwito, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (4/2/2017) kemarin.
Data rumah yang terendam sampai pukul 17:00 WIB yakni, 15 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sandingrowo, 6 KK Desa Kenongosari, 5 KK Glagahsari, dan 50 KK di Desa Menilo. Untuk jumlah orang yang terdampak total 239 jiwa.
Lebih dari itu, 4.295 meter jalan lingkungan di empat desa juga terendam. Diantaranya 300 meter di Desa Sandingrowo, 225 di Desa Kenongosari, 3.700 Desa Glagahsari, dan 70 meter di Desa Menilo.
Untuk jumlah lahan pertanian tergenang total ada 249 hektar. Meliputi, 178 hektar sawah, 15 hektar tegal, dan 56 hektar pekarangan. Dikonfirmasi untuk jumlah kerugian, mantan Camat Grabagan itu belum dapat menjelaskan detail.
“Semoga tidak ada kiriman air dari hulu,” harapnya.
Selain di Kecamatan Soko data yang dihimpun suarabanyuurip.com, banjir juga merendam dua KK di Desa Campurrejo, Kecamatan Rengel dengan ketinggian air rata-rata 10 cm.
Lebih dari itu, sekira pukul 17:57 WIB air juga memasuki halaman SDN Tambakrejo II, Desa Tambakrejo Kecamatan Rengel setinggi 30 cm. Diprediksi ketika hulu masih hujan, rendaman air bakal meningkat.
Sementara, Manager Pusdalops BPBD Tuban, Frans Supriyadi, masih menginventarisir kecamatan yang berpotensi tergenang banjir. Untuk pendirian pos akan ditentukan sesuai wilayah yang paling besar potensi banjirnya. (Aim)