SuaraBanyuurip.com – Jarwati
Bojonegoro – Mengawali karier di bidang perhotelan pada tahun 1996, menjadikan Susanto sarat pengalaman. Dia pun dipercaya menempati posisi sebagai Manager Operasional Hotel Dewarna di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Dalam hidup dan dunia kerja, Susanto mempunyai prinsip kalau apapun posisi dan pekerjaan, harus dilakukan dengan sepenuh hati. Dengan demikian maka akan melahirkan semngat untuk bekerja semaksimal mungkin, sehingga karier yang diharapkan akan mengikuti.
Susanto menceritakan, sebelum menjadi Manager Operasional Hotel Dewarna di Bojonegoro, dirinya menenpati posisi sebagai klining servis. Pekerjaan itu dia lakoni selama bertahun-tahun dengan sepenuh hati.
Bagi Susanto, kala itu, pekerjaan sebagai klining servis sebagai proses yang harus dilewati untuk menuju karier yang lebih baik. Hingga akhirnya dengan ketelatenan kariernya mulai merangkak sedikit demi sedikit.
“Pada awal itu saya tetap berusaha semaksimal mungkin dalam setiap menjalankan kerja. Sehingga posisi saya sedikit demi sedikit mengalami peningkatan, menjadi resepsionis,” tutur pria lulusan D3 Bidang Perhotelan itu ketika berbincang-bincang dengan SuaraBanyuurip.com, Jum’at (27/12/2013).
Selain kenyang pengalaman bekerja di perhotelan, pria kelahiran Kabupaten Jombang, Jawa Timur tersebut, juga pernah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Amerika Serikat pada tahun 2003 sampai tahun 2011.
“Saya waktu itu jati TKI nya bekerja di Kapal Pesiar, setelah itu saya putuskan kembali lagi ke Indonesia, dan berhenti bekerja sebagai TKI,” ungkap dia.
Kemudia pada tahun 2013, Susanto kembali bekerja di perhotelan. Saat itu dia ditawari bekerja di Hotel Dewarna, dan kemudian diterimanya.
“Saya selalu menerapkan dalam kehidupan ini harus melakukan yang terbaik, maka kita akan mendapatkan yang terbaik,” tutur pria yang mempunyai hobby membaca dan jalan-jalan itu.
Susanto mengaku, pada awal mulai bekerja di Hotel Dewarna, dia merasa kaget dan tidak menyangka sebelumnya kalau Kabupaten Bojonegoro bisa begitu ramai. Karena sebelumnya dia berfikir bahwa Kabupaten Bojonegoro sebuah daerah yang sepi.
“Kabupaten Bojonegoro sangat panas, dan beberapa tahun yang lalu saya pernah datang ke sini masih sangat sepi, tidak seprti saat ini. Ternyata efek dari industrialisasi Migas menjadikan keadaan suatu daerah bisa berubah dengan dratis,” ujar Susanto, mengungkapkan.
Karena itulah Susanto sangat optimis nantinya Hotel Dewarna di Jalan Veteran itu akan mampu berkembang dengan baik di Kabupaten Bojonegoro. Dimana Hotel Dewarna adalah hotel berbintang tiga yang pertama kali ada di Kabupaten Bojonegoro, dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan kepada tamu. (ati)