SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sektor wisata di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga saat ini belum terkelola dengan baik. Padahal Bojonegoro banyak menyimpan tempat peninggalan sejarah yang berpotensi menjadi objek wisata yang menarik dan dapat dijadikan jujugan wisatawan. Terlebih dengan keberadaan sumber migas.
Salah satu potensi wisata yang belum tergarap maksimal itu adalah Goa Lawang yang terletak di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander. Lokasi obyek wisata ini berada 15 kilo meter kearah selatan dari pusat kota. Untuk menjangkau tempat ini harus melewati jalan setapak dan areal sawah milik warga.
Pantauan di lapangan, akses jalan untuk menuju lokasi obyek wisata ini cukup sulit dilalui kendaraan roda dua, terlebih saat musim penghujan seperti ini. Sebab akses jalan menuju lokasi masih berupa tanah liat sehingga sangat licin jika terguyur hujan.
Padahal, Goa Lawang merupakan situs budaya yang berpotensi sebagai obyek wisata. Akan tetapi sampai saat ini tidak mendapatkan perhatian dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro. Obyek wisata itu dibiarkan terbengkalai.
Salah satu warga setempat,Warno (35), mengatakan, sejak ditemukannya goa dengan bentuknya yang indah tidak sekalipun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro datang untuk menggandeng pemerintah desa agar lokasi tersebut dikembangkan.
“Setidaknya ada perawatan atau terserah apa namanya, biar tempat ini dikenal orang dan jadi potensi wisata,” ujar pria buruh tani ini kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (28/12/2013).
Tak mengherankan bila kondisi Goa Lawang tak terawatt. Di depan Goa rumput liar tumbuh subur. Di dalam goa juga terlihat kotor dan terdapat banyak coretan coretan tangan jail yang tidak bertanggung jawab sehingga membuat goa ini tampak kumuh. Padahal bentuk gua sangat indah karena sedimen yang terjadi bertahun-tahun.
Sementara itu, salah satu pengunjunga, Nuril Latif (18), pelajar SMA di Bojonegoro, mengaku, menyayangkan kondisi di Goa Lawang yang dibiarkan terbengkalai. Padahal jika dilihat Goa Lawang memiliki keindahan dan keeksotikan tersendiri. Goa itu terbentuk secara alami sehinga jika dikembangkan akan menjadi magnet bagi wisatawan dan tentunya akan mendongkrak pendapatan asli daerah Bojonegoro.
“Saya berharap situs budaya ini agar menjadi kawasan wisata dan dapat menjadi kebanggaan warga Bojonegoro,” tegasnya.(rien)