SKK Migas Ragu Target Lifting Minyak Tercapai

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Jakarta- Target lifting minyak sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2014 sebesar 870.000 barel per hari (bph) diprediksi sulit tercapai.

Plt. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas),  Johanes Widjanarko, mengatakan, dari target tersebut diperkirakan mencapai 840 bph saja.

“Salah satunya karena produksi Blok Cepu mundur dari target awal Juli 2014,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.

Dia menambahkan, untuk memaksimalkan lifting migas pada 2014 mendatang, akan dibantu adanya Perpres Nomer 71 Tahun 2012 Tentang Revisi Pembebasan Lahan dari yang sebelumnya 1 hektare dapat dibebaskan sebesar 5 hektare maksimal untuk melakukan pengeboran.

“Diharapkan regulasi ini dapat mengurangi kendala dalam pengeboran,” ujar Widjanarko.

Pihaknya berharap Kontraktork Kontrak Kerjasama (KKKS) di Kabupaten Bojonegoroo baik itu Mobil Cepu Ltd (MCL), Pertamina EP Cepu, dan Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) bisa berkomunikasi secara terbuka dengan pemerintah setempat mengenai permasalahan atau kendala di lapangan. 

Baca Juga :   Pemkab Blora Ajukan Permohonan PI Randugunting

Terpisah, Anggota DPR RI Komisi VII, Satya Widya Yudha, merasa target lifting tahun depan yang dipatok pemerintah sebesar 870 ribu barel per hari (bph) sangat realistis. Bahkan seharusnya bisa melebihi proyeksi jika pemerintah bisa menggenjot produksi sumur minyak eksisting.

“Lifting itu harus realistis, jadi nanti akan dicek lagi. Apakah sudah mencantumkan potensi tambahan produksi dari Blok Cepu dan lainnya,” imbuhnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *