Menggantungkan Hidup di Proyek Migas

wel pad a

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

SUARA penancapan tiang pancang nyaring terdengar diantara gemuruh suara kendaraan yang melintas di Jalan Raya Bojonegoro – Padangan. Sejumlah pekerja lengkap dengan pekaian safety terlihat berlalu lalang di lokasi proyek yang di kerjakan Konsorsium PT. Rekayasa Industri (Rekind) – Hutama Karya (HK) di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (3/1/2014).

Rekind – HK merupakan salah satu kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, yang mengerjakan proyek engineering, procurement and construction (EPC) – 5 Banyuurip. Sesuai kontraknya, pekerjaan yang dilakukan adalah pembangunan flyover, waduk buatan untuk injeksi dan pekerjaan sipil lainnya.

Dari lima paket proyek migas Blok Cepu, ada tiga paket proyek yang berpusat di Bojonegoro. Selain EPC-5 Banyuurip, ada EPC-1 yang dikerjakan Konsorsium PT. Tripatra Engineers & Cosntructor – Samsung yang mengerjakan pusat pemrosesan minyak mentah berkapasitas 185 ribu barel per hari.

Juga EPC -2 Banyuurip dengan kontraktor Konsorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – Kelsri yang membangun jaringan pipa darat 20 inci sepanjang 72 kilo meter (KM) mulai Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam hingga bibir pantai Palang, Kabupaten Tubang.

Keberadaan tiga paket mega proyek itu telah membawa banyak perubahan bagi masyarakat di sekitarnya. Salah satunya adalah perubahan mata pencaharian warga. Mereka yang dulunya petani, sekarang ini ramai-ramai beralih profesi sebagai buruh proyek dan membuka warung di sekitar lokasi proyek untuk memenuhi kebutuhan makan para pekerja.

Bahkan tak sedikit warga Bojonegoro yang dulunya bekerja diluar daerah, kembali kedaerah asalnya untuk ikut menaguk manisnya proyek migas. Muhammad Novianto, (27), misalnya. Warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, itu awalnya hanya bekerja sebagai buruh pabrik seng di daerah Rungkut Industri Surabaya. Kemudian diberhentikan karena ada pengurangan tenaga kerja.

Baca Juga :   Pelaku Pencabulan Menikahi Korbannya di Markas Polisi

Karena di wilayahnya terdapat proyek Lapangan Banyuurip Blok Cepu, akhirnya dia mencoba peruntungan melamar pekarjaan dan akhirnya lolos tes keterampilan dan kesehatan.

“Saya bekerja memasang kabel bawah tanah di lokasi proyek migas Banyu Urip,” tutur Muhammad Novianto.

Dia mengaku senang dapat ikut bekerja di proyek Banyuurip. Sebab selain menggunakan baju proyek berwarna biru cerah sepatu boot tinggi dan helm proyek, dirinya juga bertemu dengan anak istri setiap harinya.

“Saya bersyukur bisa bekerja di proyek migas. meski hanya sebagai tukang memasang kabel,” ujarnya.

Kondisi kampung halaman Novianto memang sudah berubah drastis. Desa Gayam dan Mojodelik yang berada tepian hutan yang dulunya terbelakang dan jarang dijamah orang, kini menjadi pusat perhatian nasional bahkan internasional karena keberadaan migas Blok Cepu.

Namun dibalik geliat industri itu, warga di sana juga tak dapat mengelak hilangnya lahan persawahan mereka untuk fasilitas dan sarana penunjang kegiatan industri migas.

“Kami tidak punya pilihan, karena lahan sawah untuk bercocok tanam semakin menyempit karena sudah banyak dijual untuk proyek migas,” tukasnya.

Senada juga disampaikan Supangat (54). Warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam itu dulunya bekerja sebagai buruh tani, namun kini dia bekerja di salah satu perusahaan subkontraktor lokal yakni CV Sinergi Bangun Sarana.

“Alhamdulillah Mbak, saya bisa bekerja di proyek migas dengan penghasilan yang lebih dari cukup dibanding dulu,”pungkasnya.

Supangat dan 30 warga lainnya dari Desa Bonorejo bekerja membuat pagar pembatas di lokasi proyek pembangunan jembatan layang (flyover) di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam. Jembatan layang itu akan difungsikan sebagai gerbang utama keluar masuknya mobilisasi proyek.

Di tempat ini, Supangat bekerja sebagai pembantu tukang. Ia terkadang mengangkut material seperti semen, batu koral, atau pasir. Terkadang pula ia mengaduk campuran semen, pasir, dan batu koral itu untuk membuat pagar di lokasi proyek pembangunan jembatan layang.

Baca Juga :   Ghiroh Penggurat Kaligrafi Dari Ladang Minyak

Setiap hari bekerja Supangat mendapatkan upah sebesar Rp50.000. Meski pekerjaannya tergolong berat, tetapi Supangat menjalaninya dengan senang.

“Semoga proyek ini membawa berkah bagi kita semua,” harapnya.

Banyak Dirikan Perusahaan

Selain itu, banyak warga di sekitar lokasi proyek migas yang berspekulasi mendirikan perusahaan di bidang jasa konstruksi. Usaha ini dinilai dapat banyak memberikan kuntungan karena saat ini proyek Banyuurip tengah berlangsung.

Salah satunya Seno (34). Dia mendirikan sebuah CV Putra Mojodelik di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, didirikan pada tahun 2011. Perusahaan kontraktor lokal ini khusus menyediakan peralatan seperti genset dan mesin diesel. Untuk melaksanakan rutinitasnya perusahaannya, Suyanto menempati sebuah rumah kecil di tepi jalan raya Bojonegoro-Cepu. Ada enam karyawan yang mengurus administrasi dan perawatan peralatan di perusahaan lokal itu.

“Saat ini peralatan seperti genset banyak disewa oleh perusahaan Hutama Karya dan Rekayasa Industri yang mengerjakan proyek Banyuurip,” ujar Seno.

Seno menuturkan, perusahaan lokal kini harus bersaing sengit untuk mendapatkan pekerjaan di proyek migas. Terkadang, mereka yang mempunyai relasi khusus yang mendapatkan pekerjaan di proyek migas tersebut.

“Semestinya tenaga kerja lokal dan perusahaan lokal yang diutamakan terlibat dalam proyek migas di Bojonegoro. Tetapi, di lapangan banyak tenaga kerja dari luar dan modal dari luar yang masuk dalam proyek migas di Bojonegoro ini,” tandas pemuda asal Desa Ngraho, Kecamatan Gayam tersebut.

Sayangnya dengan minimnya bekal yang mereka miliki, warga pribumi banyak yang hanya bekerja sebagai tenaga kasar seperti tenaga keamanan, sopir, tukang pasang kabel, tenaga pengelasan, dan tenaga pengatur kendaraan proyek yang melintas. Masih sedikit tenaga kerja lokal yang bekerja di perkantoran migas ini.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *