Penambang Pasir Ilegal Sebabkan Tanggul Rusak

longsor

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Aktifitas penambangan pasir secara ilegal di kawasan Bengawan Solo memicu retaknya tanggul Bengawan Solo yang ada di Dusun Belimbing, Desa Banjararum, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (3/1/2013).

Saat ini tanggul di tempat tersebut mengalami keretakan sepanjang 50 meter. Dengan kedalaman sekitar 2 meter. Hal ini membuat warga merasa resah, karena tanggul berbatasan langsung dengan ratusan rumah milik penduduk.

Warga yang ditemui menduga, kalau mudah longsornya tanggul akibat aksi penambangan liar yang dilakukan di wilayah tersebut. Karena pasir-pasir yang berada di bawah tanggul ikut tersedot mesin pompa mereka.

“Yang membuat rusak ya para penambang itu, pasir disedot semua sehingga tanggul menjadi longsor,” terang Suyaji (64), salah satu Ketua RT di Desa Banjararum, Kecamatan Rengel.

Menurut pengakuan warga, sejak banjir surut beberapa hari terakhir, ada sekitar 4 pompa berukuran besar yang mengoperasikan pompa ditempat tersebut. dugaan mereka, itu adalah pompa milik salah satu warga Bojonegoro. Bahkan mereka pernah melihat penambangan pasir dilakukan dengan menggunakan 9 mesin pompa.

Baca Juga :   Tembakau Petani Bojonegoro di Lahan 2.500 Hektare Mati

“Awalnya tanggul hanya retak sedikit, namum setelah ada penambangan itu menjadi semakin lebar dan dalam,” tambah Suyaji.

Kondisi kritisnya tanggul semakin membuat warga resah. Karena intensitas hujan dirasa masih cukup tinggi. Sehingga apabila ada banjir susulan, tanggul dipastikan tidak akan menahan hantaman air dan membanjiri Desa Banjararum dan sekitarnya. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *