SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur sangat mengharapkan jalan sepanjang 5 Km menuju lokasi sumur Gas Jambaran yang akan diunitisasi dengan sumur Tiung Biru (J-TBR) oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) itu segera dibangun.
Selain mempermudah arus lalu-lintas menuju lokasi Jambaran, jika jalan bagus pastinya perekonomian warga sekitar juga bisa lancar. Selama ini warga banyak memanfaatkan lahan hutan wilayah KRPH Gledegan, dan Sawit untuk lahan pertanian.
Seorang warga Bandungrejo, Suhartini, menilai, jalan menuju lokasi sumur Jambaran sudah selayaknya dibangun. Karena, selain jalur utama menuju lokasi sumur gas Jambaran, juga sebagai jalan poros antara Kecamatan Gayam menuju wilayah Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
“Dulu sekira tahun 2007 jalan ini pernah dibangun, Mas. Tapi, hanya dengan pemberian pasir campur koral saja. Setelah itu, hingga saat ini belum dibagun lagi. Jadi, sudah selayaknya jalan ini dibangun dengan aspal,” ungkap Suhartini kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (05/01/2014).
Dia menjelaskan, sudah seharusnya dari pihak terkait untuk segera membangunnya. Baik dari Pemkab Bojonegoro, operator ladang migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL), maupun operator unitisasi sumur gas J-TBR, PEPC.
“Siapapun yang membangunnya tidak menjadi soal, Mas. Terpenting tujuannya baik demi kesejahteraan rakyat,” imbuhnya mengharapkan.
Dengan dibangunnya jalan yang saat ini kondisinya sudah mulai rusak itu setidaknya perekonomian warga sekitar akan bisa meningkat. Karena, petani mudah untuk mengangkut hasil panennya. Selain itu, juga dapat memperlancar komunikasi warga Kecamatan Ngasem dengan Gayam,” Sambung Yasir yang mengaku warga asal Desa Dukoh Kidul, Kecamatan Ngasem.(sam)Â