Mobilisasi Proyek JTB Akan Gunakan Akses Jalan Milik EMCL

Fly Over Banyuurip

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pengangkutan material proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (JTB) direncanakan menggunakan jalan akases milik Operator Minyak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. 

Pengalihan akses ini menyusul banyaknya keluhan warga akibat mobilisasi material proyek yang melewati Jalan poros kecamatan yang menghubungkan Sumengko, Kecamatan Kalitidu – Gayam, Kecamatan Gayam.

Jika rencana tersebut jadi dilaksanakan, maka mobilisasi logistik proyek yang di operatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) itu akan melewati fly over (jalan layang) di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam. 

Saat ini, rencana pemakaian akses jalan Lapangan Banyuurip itu masih dalam pembahasan antara EMCL dengan PEPC. Setelah EMCL menarik investasinya dari Lapangan Gas J-TB.

Menurut Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito, pihaknya telah mendapat jawaban dari PEPC atas keluhan warga yang disampaikan Sekretaris Camat Gayam, Ngadenan, jika perbaikan jalan dari Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu sampai Kecamatan Gayam sebelah selatan belum ada bahu jalan, dan beberapa kali membuat kendaraan proyek terperosok. 

Baca Juga :   Pemdes Dolokgede Dukung Pelatihan Sertifikasi Migas

“Jawaban dari PEPC yang kami terima terkait itu, mereka tidak akan lagi menggunakan jalan Kecamatan Gayam, melainkan jalan layang,” imbuh Anam, sapaan akrabnya. 

Dengan rencana pengalihan akses tersebut mobilisasi pengangkutan material proyek tidak akan lagi menimbulkan dampak buruk bagi warga, terutama di jalur-jalur seperti pasar Desa Gayam. 

“Yang sering dikeluhkan kan saat melewati itu, kalau ramai ada kendaraan proyek bisa membahayakan warga,” imbuhnya. 

Sementara itu, Sekcam Gayam, Ngadenan, menyampaikan, semua keluh kesah warga terkait proyek J-TB seperti perbaikan jalan, sudah disampaikan melalui hearing yang difasilitasi ke Komisi A. 

“Jadi, ya masalah yang kami sampaikan pastinya sudah tertangani oleh Komisi A,”tandasnya. 

Dikonfirmasi terpisah, PGA and Manager PEPC, Kunadi, belum memberikan tanggapannya mengenai ini. Pesan whatsupp yang dikirimkan pukul 12.59 Wib belum ada jawaban.

Pantauan di lapangan, saat ini pengangkutan material proyek JTB berhenti sementara. Dimungkinkan masih menunggu kesepakatan dari EMCL untuk pemakaian akses jalan Banyuurip.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Warga Lokal Harus Dilibatkan Diproyek Gas Cepu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *