SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bagi para calon pertarungan Pilkades adalah sebuah pertaruhan harga diri. Karena itu mereka pun rela habis-habisan mengeluarkan biaya besar. Terlebih pilkades di sekitar ladang migas Blok Cepu. Â Â Â
SEPERTI pemilihan kepala desa (pilkades) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang akan digelar pada 2 Februari 2014 mendatang. Pilkades di desa penghasil migas Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu yang di operatori oleh Mobil Cepu Limited (MCL) itu, diprediksi akan berlangsung meriah dan sengit.
Sebab kedua calon yang dikabarkan maju dalam pilkades tersebut adalah musuh bebuyutan. Selain itu sengitnya pertarungan itu diperkirakan karena besarnya pendapatan Desa Mojodelik dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang mencapai sekira Rp600 juta. Jumlah itu paling besar di banding desa-desa lainnya di Bojonegoro.
Sehingga hasrat para calon untuk memenangkan pilkades ini tinggi. Karena dari jumlah ADD yang diterima Desa Mojodelik saat ini, dimungkinkan akan meningkat menjadi sekira Rp1 milyar, jika Lapangan Banyuurip sudah berproduksi puncak pada oktober 2014 mendatang.
Tidak mengherankan bagi calon yang ingin maju dalam pesta demokrasi di tingkat paling bawah itu harus menyiapkan modal banyak. Bukan lagi ratusan juta, melainkan bisa mencapai miliaran.
Saat ini dikabarkan sudah ada dua calon yang akan maju merebutkan kursi Kepala Desa Mojodelik. Yakni Sandoyo dan Yuntik Rahayu. Sandoyo merupakan calon incumbent yang menjabat kepala desa Mojodelik periode 2008-2014.
Sedangkan Yuntik Rahayu adalah anak mantan Kepala Desa Mojodelik, Sukaran. Yuntik merupakan rival Sandoyo pada pilkades Mojodelik 2008 lalu. Saat itu, Sandoyo dikabarkan menghabiskan dana Rp800 juta. Sementara Yuntik Rahayu menghabiskan dana sampai Rp1 miliar, tetapi tetap kalah.
Saat ditemui di Balai Desa Mojodelik, Sandoyo mengaku, sampai saat ini dirinya belum mendaftar calon kepala desa. Sementara, Yuntik Rahayu sudah mendaftar calon kepala desa di panitia pilkades.
“Saya belum daftar calon kepala desa. Tetapi saya mau mencalonkan lagi,†ujar Sandoyo.
Perebutan kursi kepala Desa Mojodelik ini diprediksi bakal berlangsung sengit. Sebab selain keduanya adalah musuh bebuyutan, kursi kepala desa bukan hanya jabatan pemerintahan desa yang melayani urusan administrasi desa. Melainkan juga perebutan akses ekonomi yang berhubungan dengan industri migas Blok Cepu.
Disamping itu, dalam lingkup Desa Mojodelik, warga mempunyai hubungan kekerabatan yang kental, namun mempunyai pilihan berbeda sehingga rawan terjadi konflik.
“Istilahnya luka yang dulu saat pilkades 2008 belum sembuh, kini sudah dikoyak lagi. Tapi saya berharap jalannya pilkades di Desa Mojodelik nanti bisa berjalan damai dan aman,” tegas Sandoyo.
Menurut dia, menjadi kepala desa penghasil migas tidaklah mudah. Sebab lahan pertanian di Desa Mojodelik kini tinggal 300 hektare. Kepala desa dan pemerintah desa harus memikirkan peralihan mata pencaharian penduduknya dari bertani ke sektor migas atau sektor lainnya.
“Kalau pemuda desa sekitar 85% bekerja di sektor migas, tetapi orang tua tidak semuanya bisa bekerja di proyek migas,†ungkapnya.
Untuk diketahui, jumlah hak pilih pada Pilkades Mojodelik sebanyak 3.330 pemilih. Mereka tersebar di delapan dusun yakni Dusun Samben, Ledok, Rambitan, Dawung, Keket, Mojo, Gledekan, dan Sogo.
Suhu politik perebutan kursi kepala desa juga terasa di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam. Di Desa ring satu lapangan Banyuurip Blok Cepu itu, saat ini sudah ada dua calon kepala desa yang menyatakan ingin mencalonkan diri untuk mengikuti pilkades pada 2 Pebruari 2014.
Yakni Siti Rukayah dan Dasan. Siti Rukayah merupakan calon incumbent. Sedangkan, Dasan dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Desa Bonorejo. Di Desa Bonorejo terdapat 1.300 warga yang mempunyai hak pilih.
Menurut Sadimin (56), salah satu tokoh masyarakat Desa Bonorejo, persaingan perebutan kursi kepala Desa Bonorejo memang sengit. Dua calon yakni Siti Rukayah dan Dasan sudah mulai bergerilya mengambil hati masyarakat agar mau memilihnya. Â
Desa lainnya di wilayah ring satu lapangan Banyuurip yang akan menyelenggarakan pilkades adalah Desa Beged, Kecamatan Gayam. Saat ini ada tiga calon yang menyatakan maju bertarung dalam pilkades yakni Abdul Muchid, Gumono, dan Wicoro. Gumono merupakan calon incumbent yang menjabat kades periode 2008-2014.
Menurut Sekretaris Desa Beged, Muhadi, pencoblosan Pilkades Desa Beged akan dilaksanakan pada 19 Januari 2014.
“Saat ini tiga calon kepala desa itu sudah mendaftar dan menyerahkan berkas-berkas pendaftaran,†ujarnya.Â
Desa Beged terbagi menjadi dua dusun yakni Dusun Petak dan Beged dengan jumlah hak pilih pada pilkades sebanyak 1.904 orang.
“Setiap dusun mempunyai calonnya masing-masing. Sehingga persaingan masing-masing pendukung calon juga sangat terasa,†ucap Muhadi.
Desa-desa di sekitar ladang migas Blok Cepu akan menyelenggarakan pilkades pada 2 Februari nanti. Yakni di Kecamatan Kalitidu di antaranya Desa Sumengko, Kalitidu, Brenggolo, Mojosari, Pungpungan, Pilangsari, Ngujo, Leran, Mojo, dan Mayanggeneng.
Sedangkan desa di Kecamatan Gayam yang akan melangsungkan pilkades yakni Desa Sudu, Katur, Gayam, Mojodelik, Bonorejo, dan Brabowan. Penyelenggaraan pilkades ini dilakukan serentak sebelum pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.(rien)