SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Petani bawang merah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta kepada pemerintah pusat untuk membatasi impor bawang merah karena  akan menjadikan harga anjlok.
“Saya minta bapak bupati menyampaikan kepada pemerintah pusat agar jangan lagi impor karena itu akan membunuh petani,†kata Kepala Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Moh Nurhasim saat panen raya bawang merah bersama Bupati Bojonegoro, Suyoto dan Deputi Tanaman Hayati dan Produksi Pangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Diah Maulida, Senin (6/1/2014).
Hadir dalam panen raya bawang merah di Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Ketua LPPM Magister Engineering Intitute Pertanian Bogor (IPB), Prastowo dan perwakilan PT Telkom. Selain panen raya, dalam kesempatan itu juga dilaksanakan launching cyber extension kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yang difasilitasi PT Telkom.
Nurhasim menerangkan, di Desa Duwel  memiliki luas wilayah 382 hektar (ha) dengan area tanaman bawang seluas 200 hektar. Satu hektar lahan  mampu menghasilkan 8 sampai dengan 10 ton bawang merah. Dalam setahun petani dapat melakukan panen dua kali.
Sedangkan harganya, lanjut Nurhasim, tiap kilogramnya mencapai Rp 12.000/kg dari sawah dan bawang merah kering antara Rp15 ribu sampai Rp 18.000/kg.
“Kalau total keseluruhan lahan di wilayah Kecamatan Kedungadem yang ditanami bawang merah seluas 1000 hektar,” tegas dia.
Sementara itu, Bupati Suyoto, menyampaikan, Pemkab Bojonegoro akan berupaya maksimalkan budidaya bawang merah. Karena tanaman ini memiliki kuntungan sepuluh kali lipat dibanding menanam padi. Dengan perbandingan satu hektar tanaman bawang merah dapat menghasilkan Rp120 juta, sedangkan padi hanya Rp20 juta.
“Karena itu kita sudah merencanakan membangun seribu embung agar petani bisa menanam bawang merah tiga kali dalam setahun. Dengan begitu kebutuhan bawang merah nasional nantinya dapat di cukupi dari Bojonegoro,†sambung Bupati.
Selain di wilayah Kedungadem, ada sejumlah wilayah di Bojonegoro yang menjadi sentra bawang merah. Yakni di Kecamatan Sugihwaras, Gondang dan Sekar. Ditargetkan luas areal tanaman bawang merah ini mencapai 10.000 hektar. Dengan begitu jumlah produksi setiap kali panen bisa mencapai 100.000 ton.
“Kami juga terus meningkatkan SDM petani melalui pelatihan salah satunya dengan cyber extension. Agar mereka bisa membuka akses lebih luas untuk belajar dan memasarkan produksinya,” tandas Kang Yoto, sapaan akrab Bupati Suyoto.(rien)