SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas (migas) untuk  Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (PABD) 2013 tidak mencapai target.
Kepala Bidang Perimbangan dan lain-lain Pendapatan Daerah Dinas Pendapatan (Dispenda) Bojonegoro, Muhadi, menyampaikan, perolehan DBH untuk minyak bumi terelasi senilai Rp 411.074.180.413 dari target senilai Rp 445.497.072.431. Sedangkan DBH untuk gas bumi terealisasi sebesar Rp 3.437.557.002 dari target 2.420.067.948
“Sementara DBH yang dialokasikan untuk pendidikan sebesar Rp 11.298.183.878 dari target sebesar Rp 14.433.235.747,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (7/1/2014).
Muhadi menyatakan, DBH yang diperuntukan di bidang pendidikan 0,5 persen. Jumlah itu mengalami peningkatan. Meskipun begitu, belum ada target dari pemerintah pusat untuk DBH tahun 2014.
“Pusat belum memberi target tinggi karena takut tidak tercapai. Walaupun secara signifikan mengalami peningkatan,” imbuhnya.
Selain itu, melemahnya nilai tukar rupiah juga ikut mempengaruhi meningkatnya perolehan DBH migas sebagaimana juga terjadi tahun lalu, meskipun target produksi minyak tahun lalu yang ditetapkan sebesar 24 juta barel tidak tercapai.
Dia mengungkapkan, sesuai ketentuan perolehan DBH migas bidang pendidikan harus dibukukan tersendiri. Dengan program pokok untuk pengembangan pendidikan dasar sehingga dibutuhkan perencanaan yang matang dalam pengembangan berbagai prasarana dan sarana bidang pendidikan dasar.
“Sesuai ketentuan kalau DBH bidang pendidikan tidak dimanfaatkan, perolehan tahun berikutnya akan dikurangi,” terangnya.(rien)