SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan- Inspektorat Kabupaten Lamongan, Jawa Timur tahun 2014 ini akan fokus melakukan kontroling pada lembaga pendidikan yang ada di wilayah setempat. Hal itu menyusul banyak ditemukannya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan yang dilakukan pihak sekolah.
“Tahun ini kita akan fokus dan memprioritaskan pengawasan terhadap SMP dan SMA sederajat,” tegas Sekretaris Inspektorat Lamongan, Abdul Muis kepada suarabanyuurip.com, Rabu (8/1/2014).
Pengetatan pengawasan terhadap SMP dan SMA dikarenakan selama ini kedua lembaga pendidikaan tersebut menerima anggaran cukup besar dari pemerintah.
“Ini untuk menekan terjadinya penyimpangan,” tandas Muis.
Selain SMP dan SMA, pengawasan juga akan dilakukan terhadap lembaga pendidikan sekolah dasar yang berjumlah ratusan di Lamongan. Namun karena keterbatasan anggota tidak memungkinkan untuk mencakup semua sekolah.
“Sementara yang disasar SMP dan SMA dulu. Untuk SD akan dilanjutkan tahun berikutnya,” ujar dia.
Dalam pengawasan itu terdapat 4 inspektur pembantu yang dibagi perwilayah di 27 kecamatan di Lamongan. Inspektur pembantu bertugas pemeriksaan dan sekaligus pembinaan.
“Dari pemeriksaan kalau terbukti ada penyimpangan akan dilakukan sangsi sesuai dengan kesalahan yang dilakukan. Sangsi berupa peringatan sampai pemecatan,” tandasnya lagi. (tok)