Kades Minta Perhatikan Nasib Ratusan Penambang

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Kepala Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Muhammad Muhail, meminta kepada siapapun yang akan mengelola sumur minyak tua di Lapangan Gegunung untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Hal itu diungkapkan Muhail usai menghadiri rapat koordinasi yang digelar PD Aneka Tambang bersama sejumlah instansi lain guna membahas rencana pengelolaan sumur minyak tua di Lapangan Gegunung.

“Karena masyarakat yang memanfaatkan sumur tersebut ratusan,” kata Muhail, kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (8/1/2014).

Muhail mengatakan, saat ini ada sekitar 16 sumur yang dikelola warga. Rinciannya, dalam satu sumur melibatkan setidaknya 20 penambang tradisional yang ada di kawasan setempat. Sehingga ada sekira 320 warga yang bekerja sebagai penambang.

“Kalikan saja itu berapa?” terang Muhail.

Tidak hanya penambang, keberadaan sumur tua yang ada di Desa Mulyoagung juga dimanfaatkan warga lain dengan cara menjadi perengkek (pengojek). Saat ini ada sekira 225 perengkek yang memanfaatkan keberadaan sumur tersebut.

Karena belum ada kepastian jalan keluar dari PD Aneka Tambang maupun Kerja Sistem Operasi (KSO) Pertamina EP- Tawun Gegunung Energi (TGE) itulah yang membuat warga sekarang masih enggan melepas pengelolaan itu. Karena mereka merasa sama-sama mempunyai hak untuk mengelola sumur minyak tua sesuai dengan aturan yang ada, baik itu melalui mekanisme BUMD ataupun KUD.

Baca Juga :   Omset Jasa Parkir Turun 80%

“Sebenarnya warga penambang tidak masalah siapapun yang mengelola, tapi harus libatkan masyarakat dalam pengelolaan,” tegas Hail, sapaan akrab Muhail.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *