Kemenag Bojonegoro Didemo Guru Agama

demo guru

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Puluhan Guru Pendidikan Agama Islam tingkat Sekolah Dasar (SD) melakukan aksi demontrasi di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro,Jawa Timur menuntut pencairan dana sertifikasi atau TPP tahun 2013 yang belum juga direalisasikan, Rabu (8/1/2014).

Ketua GPAI Bojonegoro, Mulyono, mengatakan, selama 12 bulan terhitung Januari sampai Desember 2013 seluruh guru pendidikan agama SD belum menerima TPP sama sekali. Padahal di Kabupaten Tuban, Jombang, Ngawi, dan lainnya di Jawa Timur sudah mendapatkan TPP.

“Contohnya di Tuban, mereka sudah mendapatkan TPP selama delapan bulan. Tapi kenapa Bojonegoro tidak mendapat sepeser pun. Ada apa dengan semua ini? Siapa yang bohong, karena informasi dari pusat dana TPP sudah digelontorkan,” katanya saat berorasi.

Dia menyatakan, semua guru yang hadir di Kemenag merasa malu karena harus melakukan aksi demo. Tapi hal ini dilakukan agar ada perhatian dan tindak lanjut dari Kemenag. Bahkan, informasi yang didapat semua guru agama tingkat SMP, SMA, MI dan MTS sudah mendapatkan tunjangan tersebut.

Baca Juga :   Polres Bojonegoro Luncurkan Sistem JEP

“Kenapa kami dianaktirikan? Padahal kami ini memiliki peran besar mencerdaskan anak bangsa, ada pula guru yang rela menyeberangi sungai Bengawan Solo tiga kali sehari demi mengejar waktu 24 jam itu,” tandasnya.

Pihaknya menuntut Kemenag untuk melakukan perbaikan system pencairan TPP GPAI SD  dan adanya pencairan dana dari pusat sebesar Rp16,5 miliar. Semuanya diberikan kepada GPAI SD sebagai realisasi tahun 2013.

“Kalau Kemenag belum memberikan solusi kepada kami,kami akan melakukan demo lagi selasa depan dan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi,”tandasnya.

Pihaknya menyampaikan, saat dulu berada dinaungan Dinas Pendidikan prosedur pencairan dana sertifikasi tidak terlalu sulit. Bahkan pencairan dilakukan dengan tepat waktu, tetapi ketika diserahkan ke Kemenag prosedur yang diajukan sangat sulit sampai pencairan.

Sementara itu, Kepala Kemenag Bojonegoro, Abdul Wakhid, terlihat enggan disalahkan dengan keluhan para guru agama tersebut. Bahkan jika masih nekad meminta mereka agar mendatangai Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Jawa Timur untuk menanyakan pembagian dana TPP.

“Kalau memang tidak ada uangnya apa yang mau dibagi,” jawabnya.

Baca Juga :   Jalan Lamongan Rusak Parah

Meskipun begitu, pihaknya mengakui adanya pencairan dana sertifikasi atau TPP untuk GPAI di Bojonegoro. Namun jumlahnya tidak cukup jika dibagi, bahkan untuk satu bulan. Oleh sebab itu uang yang diberikan oleh Kanwil Provinsi akhirnya dibagikan kepada semua GPAI tingkat SMP,SMA,MI dan MTS. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *