SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sejumlah agen penjual gas elpiji 12 Kg di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengalami kerugian dengan adanya revisi harga dari Pertamina. Semula kenaikan harga LPG ukuran tabung 12 Kg sebesar Rp3.500 per Kg, kemudian direvisi menjadi Rp1.000 per Kg.
“Saya rugi kurang lebih Rp5 juta karena membeli gas elpiji 12 kg yang tinggi pada awal tahun sampai tanggal 7 Januari 2014 kemarin,” kata Budi Santoso, pemilik agen LPG di Kelurahan Jetak, Bojonegoro, Rabu (8/1/2014).
Dia mengatakan, pasokan miliknya dari Pertamina ukuran LPG 12 kg sebanyak 250 tabung per hari, dan 3 kg sebanyak 500 tabung per hari. Tetapi tidak akan minta ganti rugi akibat selisih harga tersebut.
Sementara itu, penjual LPG eceran di Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, Handayani, mengaku sengaja mengosongkan stok LPG 12 Kg sejak awal Januari 2014 lalu. Hal ini dikarenakan harga yang ditawarkan agen sangat tinggi, dan itu membutuhkan modal besar.
“Kenaikannya sampai 80 persen lebih, saya tidak punya modal lagi,” kata ibu dua anak ini.
Dia mengatakan, sebelumnya untuk LPG 12 Kg membeli dari agen seharga Rp70.800 dan ke konsumen sebesar Rp80.500. Sementara stok LPG 3 Kg masih lancar dengan harga dari agen sebesar Rp14.500 dan menjualnya kembali sebesar Rp16.000.
“Ya saya kosongkan saja Mbak tabungnya, ngumpulin modal dulu baru nyetok lagi,” pungkasnya.
Dia mengaku, dalam sehari mengambil tabung dari agen ukuran 12 Kg sebanyak 15 tabung sedangkan ukuran 3 Kg sebanyak 25 tabung. Itupun saat ini tabung-tabung ukuran 12 kg masih kosong melompong dan dibiarkan teronggok di pojok tokonya. (rien)