SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Petani di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kesulitan mendapatkan pupuk memasuki musim tanam. Sulitnya mendapatkan pupuk itu dirasakan petani sejak sekira Nopember 2013 lalu.
Seorang warga Desa Mediyunan, Kecamatan Ngasem, Hariyadi, mengatakan, sejak awal bulan Januari 2014 pupuk sudah mulai sulit didapatkan petani. Akibatnya, banyak petani tidak bisa melakukan pemupukan tanaman pertaniannya, seperti padi, jagung dan tanaman lain-lainnya.
“Baik pupuk Urea, TSP maupun lainnya sudah sulit didapat petani, Mas. Karena di kios resmi yang ada juga kosong. Kemungkinan, belum ada pengiriman dari distributornya,” kata Hariyadi kepada suarabanyuurip.com, Rabu (08/01/2014).
Keluhan serupa diungkapkan, Parmo, warga Desa Butoh, Kecamatan Ngasem. Dia mengaku, pada bulan Nopember 2013 lalu pupuk masih bisa didapat oleh petani. Namun mulai masuk awal tahun 2014 kondisi pupuk sudah mulai langka diperoleh warga.
“Seingat saya untuk pupuk Urea waktu itu harganya Rp 100.000 lebih, Mas. Tapi untuk saat ini harganya berapa belum tahu persis. Sebab mau beli pupuknya juga belum ada,” ungkapnya.
Pria yang berdomisili dipinggiran hutan itu berharap, Pemkab Bojonegoro untuk segera mengantisipasi kelangkaan pupuk yang mulai dirasakan oleh petani saat ini.
“Semoga Pemab Bojonegoro segera bertindak terkait langkanya pupuk ini. Agar petani segera mendapatkan kebutuhan pupuk,” imbuhnya Parmo. (sam)