SuaraBanyuurip.com -Â Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Meski belum terdata berapa jumlah penyerapan tenaga kerja untuk proyek Gas Cepu yang meliputi lapangan unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) dan integrasi Lapangan Cendana, namun proyek tersebut berpotensi memunculkan para calo tenaga kerja (naker).
“Tetap ada mas, tetapi sulit untuk dideteksi,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertransos) Pemkab Bojonegoro, Adi Wicaksono kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (7/1/2014).
Oleh karena itu, pihaknya menghimbau agar masyarakat berkoordinasi dengan pihak Disnakertransos.
“Selain itu, juga sudah kita himbau lewat media massa seperti radio dan sekolah-sekolah,” tambahnya.
Dia menegaskan, calo atau makelar tenaga kerja memang tidak dikenali. Namun begitu, dia mengklaim untuk keterlibatan orang dalam dimungkinkan tidak ada.
“Yang jelas bukan dari orang dalam Mas, makanya sejak awal kita himbau, kalau dari disnakertransos terdata semuanya,” ujarnya.(roz)