SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Puluhan pedagang di sekitar tempat wisata Goa Akbar, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, nyaris menghakimi seorang yang diduga pencuri di salah satu toko pakaian, Kamis (9/1/2014). Namun niat warga diurungkan setelah melihat pencuri tersebut adalah perempuan dalam kondisi hamil, dan melaporkannya ke petugas kepolisian.
Kejadian itu berawal, saat IDR (21), Â mendatangi toko baju milik Cika (34), salah satu pedagang yang berada di kawasan setempat. Kepada pemilik toko, pelaku mengatakan akan membeli daster usai berbelanja di pasar besar, yang letaknya memang berhimpitan dengan kawasan wisata Goa Akbar.
“Setelah berbelanja dia kembali datang ke toko saya, kemudian dia melihat-lihat baju dan saya berbincang dengan teman-teman saya,” jelas Cika, kepada SuaraBanyuurip.com dilokasi.
Tak selang beberapa lama, Cika melihat IRD menyelinap ditempat dia meletakkan tas miliknya berisi uang. Kemudian Cika menanyai alasan pelaku menyelinap ketempat itu dan membuka tas miliknya.
“Di dalam tas juga ada dompet kecil berwarna pink. Lha dompet itu sudah dikeluarkan sama dia (pelaku), kemudian dilemparkan ketika saya datang,” ujar Cika, menerangkan.
Sedikit keributan itu kemudian mengundang perhatian pedagang lainnya. Tapi melihat perempuan tersebut dalam keadaan hamil, mereka langsung melaporkan kejadian ini kepetugas kepolisian setempat.
“Ketika ditanya juga berbelit-belit mas, tapi saya juga kasihan karena hamil,” tambah Cika.
Di Mapolsek Semanding, pelaku masih mengelak kalau dia akan melakukan pencurian. Selain itu dia juga mengaku kalau bayi yang dia kandung merupakan anaknya yang ketiga, meski baru berusia 21 tahun. Sementara suaminya, adalah seorang kuli bangunan yang pulang satu minggu sekali.
“Anak saya sudah dua, yang ini merupakan anak ketiga saya. Karena saya menikah diusia 16 tahun,” jelas pelaku.
Kepada petugas IRD akhirnya mengaku kalau sekarang tinggal di Desa Kembangbilo, Kecamatan Kota, Tuban. Pelaku yang sudah pernah menikah dua kali ini juga mengatakan, kalau orang tuanya berasal dari pasar bongkaran, yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Saya tidak bawa identitas apa-apa. Hp saya juga tidak punya,” kata IRD.(edp)