Sita Puluhan Liter Bahan Cukrik

cukrik

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Meski telah resmi ditutup pada bulan Nopember 2013 lalu, sejumlah produsen arak ternyata masih beroperasi di kawasan Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Buktinya, polisi kembali menyita puluhan liter bahan utama pembuat cukrik tersebut, Kamis (9/1/2014).

Puluhan liter bahan utama pembuat cukrik itu diamankan jajaran Polres Tuban saat melakukan penggerebekan lokasi pembuatan arak milik Tragono (51), warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding.

“Kita mengamankan 50 liter arak yang sudah dikemas dalam 20 botol, arak tersebut sudah siap dipasarkan dibeberapa daerah,” tegas Kapolres Tuban, AKBP Ucu Kuspriyadi, ketika berada di Mapolres Tuban.

Selain arak jadi, polisi juga menyita sejumlah peralatan produksi arak. Diantaranya adalah LPG, kompor gas, wajan dan kuali yang terbuat dari tembaga, serta beberapa bahan lain.

Selama ini, Tragono berhasil mengelabuhi petugas ketika melakukan razia. Caranya dengan menutup pintu dan menguncinya dari dalam ketika polisi datang. Sehingga pabrik tersebut seolah tidak lagi digunakan dan tidak berpenghuni.

Baca Juga :   Hingga September, Sudah 213 Kejadian Kebakaran di Bojonegoro

“Selama ini selalu dikunci ketika ada petugas datang. Tapi kali ini kami mengetahuinya,” tambah Ucu.

Penggerebekan pabrik dibekas central produksi arak tersebut merupakan tindak lanjut dari program Pemkab Tuban yakni membersihkan Tuban dari produksi arak. Selain itu sebagai upaya pencegahan agar arak, sebagai bahan baku pembuat cukrik tidak lagi menelan korban jiwa seperti yang terjadi didaerah lain yang mengakibatkan beberapa warga meningga usai menenggak minuman keras ini.

 “Supaya tidak menelan korban jiwa,” tandasnya.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *