SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mencatat sebanyak 213 kejadian kebakaran sejak Januari hingga awal September 2023. Dari jumlah tersebut, kasus kebakaran terbanyak terjadi pada bulan Agustus yang mencapai 73 kebakaran.
Objek yang menjadi sasaran si jago merah seperti rumah, pertokoan, gedung, lahan kosong hingga hutan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro Ahmad Gunawan mengatakan, kejadian kebakaran selama musim kemarau tahun ini cukup meningkat dan merata di 28 kecamatan Bojonegoro.
“Terbanyak pada Agustus kemarin sekitar 73 kejadian,” katanya, Rabu (6/9/2023).
Dia mengatakan, kemarau menjadi faktor pendukung terjadinya kebakaran, karena kondisi cuaca kering sehingga mudah sekali memicu api. Pemicu kebakaran selama kemarau karena membakar sampah sembarangan.
“Membakar sampah menjadi pemicu terbanyak selama musim kemarau, karena sampah yang berupa daun kering mudah sekali merambat,” katanya.
Dia mengatakan, tercatat ada 213 kejadian kebakaran sejak Januari hingga awal September 2023 ini. Sementara, untuk jumlah kerugian mencapai miliaran lebih karena rata-rata yang terbakar adalah rumah warga.
“Bahkan Agustus kemarin ada tiga rumah warga yang ludes terbakar, kerugiannya mencapai Rp 1 miliar,” katanya.
Gunawan mengimbau, selama musim kemarau ini hindari untuk membakar sampah sembarangan. Apalagi di dekat rumah dan lahan hutan.
“Sebab itu sangat rawan dan menjadi pemicu kebakaran,” katanya.(jk)





