Warga Keluhkan Isi LPG 3 Kg Cepat Habis

ita bakso

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro -  Warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengeluhkan isi tabung gas LPG yang cepat habis saat digunakan untuk memasak maupun berjualan. Keluhan itu dirasakan warga sejak Pertamina menaikkan harga LPG 12 Kg dan 3 Kg awal tahun 2014 yang mencapai 86 persen.

Pemilik Toko Kelontong, Handayani (35), mengaku, banyak konsumennya dari warga sekitar dan pedagang kaki lima yang mengeluhkan penggunaan LPG ukuran 3 Kg tidak lebih dari 7 hari. Padahal sebelum tahun baru 2014 penggunaan LPG tersebut masih dirasa normal.

“Biasanya kalau untuk kebutuhan rumah tangga itu bisa mencapai satu minggu lebih dua hari, kalau untuk jualan paling lama tiga hari,” paparnya.

Namun, begitu ada kenaikan harga dari Pertamina awal tahun sampai saat ini banyak warga yang mengeluh gas LPG 3 Kg yang digunakan cepat habis. Hal itu dirasakan oleh kalangan ibu rumah tangga yang mengeluhkan LPG ukuran 3 Kg hanya bertahan lima hari saja.

“Banyak mbak yang menggerutu, kok sekarang cepat habis,” kata Handayani, mengungkapkan.

Baca Juga :   Kelebihan Muatan, Truk Pengakut Kayu Jati Terguling di Baureno

Senada dikatakan Ita (30), pedagang bakso. Dia mengungkapkan, pengunaan gas LPG 3 Kg miliknya bertahan hanya sekitar 3 hari saja. Meskipun dagangannya terbilang sepi pembeli, penggunaan gas mampu bertahan 4 sampai 5 hari.

“Warung saya baru buka empat bulan, sebelum naik kemarin ya lama habisnya. Sekarang cuma tiga hari saja, jadi ya diirit-irit,” sergah Ita.

Salah seorang warga Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Nuri (40), mengatakan, pernah mengembalikan tabung LPG berukuran 3 Kg kepada pemilik toko yang tidak jauh dari rumahnya karena saat dipasang regulatornya, gas tidak mau masuk justru keluar gas dengan suara keras. Padahal tabung tersebut baru dibelinya seharga Rp 16.000.

“Seperti ngobos atau bocor dari mulut tabung dan gas tidak bisa masuk selang,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah,Assisten Manager External Relation Pertamina Marketing Operation Region V, Heppy Wulansari, belum berani memastikan keluhan tersebut akibat adanya oplosan. Akan tetapi pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten setempat untuk mengawasi distribusi LPG ke tingkat konsumen.

“Kalau di pangkalan kami berani jamin tidak ada oplosan, karena disana ada timbangan,” tegas Heppy.

Baca Juga :   Dukung Larangan Perayaan Valentine Day

Namun, pihaknya mengaku tidak dapat melakukan pengawasan sampai tingkat bawah. Hanya saja menghimbau masyarakat terlebih penjual eceran untuk membeli langsung LPG di pangkalan atau agen resmi yang ditunjuk Pertamina.

“Lebih baik langsung beli ke pangkalan atau agen resmi saja. Jadi terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” saran Heppy.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *