SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga desa sekitar ladang migas Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tak mempersoalkan terhentinya sementara pelaksanaan program pengembangan masyarakat dari Mobil Cepu Limited (MCL) karena mendekati pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan digelar secara serentak pada 2 Pembruari 2014 tersebut.
Seorang warga Desa Bonorejo, Pujianto, mengaku, tak mempermasalahkan jika ada kemungkinan terhentinya sementara bebagai program yang ada di desa baik dari pemerintah maupun MCL tatkala mendekati Pilkades.
“Ya tidak masalah, Mas. Lagian sifatnya kan cuman sementara. Setelah Pilkades selesai pastinya juga akan berjalan lagi,” kata Pujianto kepada suarabanuurip.com, Senin (13/1/2014).
Senada diungkapkan Muryani, warga Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Dia mengaku, suatu hal wajar jika sementara program yang ada di desa terhenti dengan adanya Pilkades. Karena, baik perangkat maupun yang lainya juga repot untuk mengurus terkait dengan segala kesiapan Pilkades. Jadi, tak bisa untuk menangani program yang ada secara maksimal.
“Ya dari pada semrawut mending terhenti sementara tak masalah, Mas,” sambung warga yang berdomisili tak jauh dari proyek pipa yang dikerjakan oleh Consorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri tersebut.
Informasi yang diperoleh di lapangan, sejumlah program Corporate Social Responsibility (CSR) MCL yang dilaksanakan di sejumlah desa yang akan menggelar pilkades dihentikan sementara. Tim pelaksana (Timlak) mengaku, lebih memilih untuk menghentikan lebih dulu pelaksanaan program karena suhu politik ditingkat desa mulai memanas.
“Lebih baik dihentikan sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak inginkan, Mas,†sambung salah satu Timlak pelaksana program CSR MCL di Desa Gayam yang meminta tak disebut identitasnya.(sam)