K3S Minta Penanganan Dekat Wilayah Operasi

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban –Operator Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur untuk melakukan penanganan lahan kritis di dekat wilayah operasinya.

Permintaan itu disampaikan JOBP-PEJ saat audensi dengan Pemkab Tuban dan pelaku industri untuk membahas penangan lahan kritis di wilayah setempat, Rabu (15/1/2014).

Ridwan, salah satu perwakilan dari JOB PPEJ sempat mempertanyakan alasan dari Pemkab yang memberi plot penanganan lahan kritis di Desa Jetak, Kecamatan Montong. Padahal wilayah operasi mereka sekarang berada di wilayah selatan Kabupaten Tuban, yaitu Kecamatan Soko.

“Kami beroperasi di daerah selatan, otomatis kecamatan setempat akan mempertanyakan kenapa tidak di tempat itu kami melakukan pananganan lahan kritis?” kata Ridwan.

Ridwan juga menyebut, kalau perusahaan mempunyai tanggung jawab yang lebih kepada masyarakat sekitar. Sehingga pihaknya meminta kepada Pemkab Tuban untuk memberikan plot penanganan yang berada di wilayah selatan Kabupaten Tuban.

Baca Juga :   Nelayan Pesisir Tuban Diimbau Waspada

“Supaya dekat dengan wilayah operasi kami, maka kami harap bisa diberi plot Tuban bagian selatan,” tambah Ridwan.

Permintaan untuk memberikan wilayah yang dekat dengan perusahaan tidak hanya dilakukan JOB PPEJ. Tapi juga PT Pentawira Agraha Sakti, perusahaan yang bergerak dibidang pembakaran batu kapur. Perusahaan ini juga meminta penanganan lahan kritis yang berada di wilayah Tuban selatan.

Menanggapi ini, Kepala Bidang Kehutanan dan Perkebunan Dinas Pertanian Tuban, Agus Suryanto, mengatakan, kalau saat ini penanganan lahan kritis tahap awal baru dilakukan di Kecamatan Merakurak, Kerek,  Montong dan Tambakboyo dahulu. Sementara untuk wilayah selatan akan dilakukan pada tahapan selanjutnya.

“Untuk tahap awal wilayah itu dahulu, untuk lainnya mari kita bicarakan lebih lanjut,” sergah Agus.

Diketahui, total lahan kritis yang ada di Kabupaten Tuban seluas 54 ribu hektar. Dari total itu, lahan kritis baru tertangani sebanyak 7 ribu hektar.

Saat ini, Pemkab melakukan koordinasi dengan semua pelaku industri di Tuban dalam penanganan. Tahap awal, baru 175 hektar yang sudah di plot untuk ditangani perusahaan. Meliputi Kecamatan Merakurak, Kerek, Montong, dan Tambakboyo.(edp)

Baca Juga :   Malam Ini DLH Bersihkan Tumpukan Sampah di Ring 1 Blok Cepu

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *