SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Makam HM. Iksan, mendiang kakek Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), budayawan terkenal dari Jombang, Jawa Timur, hari ini dipindahkan dari lokasi awal yang berada di sebelah barat lokasi makam Sunan Bonang di Kabupaten Tuban, Kamis (16/1/2014).
Diketahui, HM Ikhsan, merupakan ayah dari Halimah, yang tak lain adalah ibu dari Cak Nun dikuburkan di Tuban pada tahun 1972 lalu, tepatnya di sebelah barat lokasi makam Sunan Bonang, yang terletak di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota, Tuban.
Makam tersebut, oleh keluarga Cak Nun direncanakan akan dipindah ke Desa Menturo, Kecamatan Sumobito, Jombang. Dimana desa ini merupakan asal dan tempat kelahiran kakek Cak Nun sebelum tinggal dan bermukim di Kabupaten Tuban.
“Kita akan pindahkan makam ini Jombang, Mas,†kata Abdullah Qoyyim (54), putra kedua mendiang sekaligus paman dari Cak Nun.
Qoyyin mengatakan, kalau pemindahan jenazah yang sudah dikuburkan selama 42 tahun ini dilakukan supaya lebih dekat dengan makam beberapa sanak famili yang ada disana.
“Biar lebih dekat saja,†kata Qoyyin.
Cak Nun sendiri, kerap menceritakan kakeknya semasa masih hidup. Bahkan dia sendiri bercerita ketika masih kecil kerap diajak sang kakek untuk menempuh perjalanan dari Jombang ke Tuban menggunakan Cikar (kereta yang di tarik sapi).
Karena latar belakang inilah, Cak Nun sendiri mengatakan kalau dia dan keluarganya seolah punya ikatan kuat dengan kota yang pernah mempunyai pelabuhan besar pada masa kerajaan Majapahit. (edp)