SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sebagai daerah penghasil migas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan mendapat dana bagi hasil (DBH) migas dengan jumlah besar. Pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat telah menyiapkan skenario untuk mengelola dana tersebut salah satunya untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan-pelatihan di berbagai bidang dengan anggaran yang disiapkan senilai Rp300 milyar.
Bupati Bojonegoro, Suyoto, menyampaikan, DBH Migas yang diterima Bojonegoro akan mengalami kenaikan pada 2017 mendatang dengan terlaksananya produksi puncak Banyuurip, Blok Cepu. Selain itu juga pendapatan dari Participating Interest (PI) sudah bisa dinikmati.
Dia memperkirakan, Bojonegoro akan memperoleh DBH sejumlah Rp 1,9 triliun. Namun dari jumlah pendapatan itu tidak akan diambil 100 persen. Melainkan akan diinvestasikan melalui program-program pelatihan keterampilan bagi putra-putri Bojonegoro.
“Karena itu kita harus pintar mengelola DBH migas ini. Karena pengalaman dari beberapa daerah yang memiliki kekayaan SDA seperti minyak banyak yang terpuruk karena tidak tepat membelanjakan anggarannya,” ujar dia kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (25/10/2014).
Suyoto berharap, di akhir masa jabatannya pada 2018 mendatang, pondasi untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan produkstif sudah tertata dengan rapi dan tepat sasaran, sehingga kedepan, generasi penerus bisa menjadi pemimpin untuk menuju Bojonegoro yang bahagia dan sejahtera.
“Masyarakat Bojonegoro yang produktif tidak sekedar mimpi semata namun segera direalisasikan. DBH inilah instrumen untuk mewujudkan mimpi tersebut,†tegas Ketua DPW PAN Jatim.(rien)