Pupuk Urea di Bojonegoro Capai Rp130 ribu/sak

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Meski sudah bisa mendapatkan pupuk, namun petani sekitar ladang minyak Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengeluhkan melonjaknya harga pupuk dipasaran sejak awal Januari 2014. Harga pupuk saat ini melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Pada bulan Desember 2013 lalu, sesuai HET harga pupuk Urea per sak isi 50 kilo gram (kg) seharga sekira Rp95.000. Namun sekarang mencapai sekitar Rp130.000 per 50 kg nya. Kondisi itu memunculkan keresahan bagi petani.

Seorang warga Desa Kalisumber, Rawuh, mengatakan, setelah tahun baru 2014 petani sekitar sumur minya TBR sudah tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk. Hanya saja, keresahan petani muncul dengan melonjakna harga pupuk dibandingkan tahun 2013 silam.

“Pertengahan bulan Desamber 2013 saya beli harganya masih Rp100.000 per sak isi 50 kg. Tapi, setelah tahun baru 2014 kemarin saya beli harganya sudah Rp130.000 per sak nya, Mas,” kata Rawuh kepada suarabanyuurip.com, Kamis (16/01/2014).

Baca Juga :   Bandungrejo Protes Tak Dapat Santunan

Petani desa ring 1 TBR itu mengeluhkan, melonjaknya harga pupuk saat ini secara tiba-tiba. Dia menengarai kanaikan harga itu digunakan kesempatan orang yang tidak bertanggungjawab karena saat ini petani sedang membutuhan pupuk.

“Satahu saya pemerintah belum menaikan harga pupuk, Mas. Kemungkinan, ulah orang yang punya uang dan menggunakan kesempatan untuk bisnis saja. Namun karena butuh ya harga berapapun tetap saya beli saja dari pada tanaman padi tidak terpupuk,” ujar Rawuh, menjelaskan.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak (MSTPM ), Parmo, mengungkapkan, Pemkab Bojonegoro melalui dinas terkait untuk segera mengambil sikap dengan turun tangan langsung agar petani tidak resah. Semisal, segera menerjunkan tim kusus untuk menyelidiki meningkatnya harga pupuk.

“Kejadian ini sama yang terjadi di petani sekitar Blok Cepu. Banyak petani yang menyampaikan ke saya terkait harga pupuk. Ada yang membeli Urea per sak nya yang isi 50 kg antara Rp130.000 sampai Rp140.000, dan masalah ini masih saya kroscek terus kebenarannya. Jika benar, tidak menutup kemungkan akan saya laporkan dipihak yang berwenang,” ancam Parmo.

Baca Juga :   Bupati Minta JOB P-PEJ Buatkan Lapangan Golf

Pria yang juga tokoh masyarakat Desa Brabowan, Kecamatan Gayyam, Kabupaten Bojonegoro itu menambahkan, Pemkab Bojonegoro untuk lebih menambah stok pupuk agar kebutuhan petani terpenuhi.

“Pendistribusian pupuk harus ditata ulang lagi. Karena sampai saat ini tdak maksimal. Banyak petani yang resah akibat langka dan melonjaknya harga pupuk,” pungkas Parmo. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *