SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengaharapkan pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat maupun operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) memberikan program pemberdayaan masyarakat di ekonomu menyusul semakin berkurangnya aktifitas proyek saat ini.
Warga Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Tulus, mengungkapkan, dengan menurunnya aktifitas proyek Banyuurip dipastikan akan diikuti dengan berkurangnya tenaga kerja (Naker). Sehingga akan memunculkan pengangguran baru.
“Saya yakin, 2 sampai 3 tahun kedepan pasti ada pengurangan naker, Mas. Karena itu pihak terkait harus segera menyiapkan masyarakat dengan keterampilan usaha,” kata Tulus kepada suarabanyuurrip.com, Jumat (17/01/2014).
Senada diungkapkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak ( LSM MSTPM ), Parmo. Dia menegaskan, pemkab maupun operator harus lebih fokus pada program pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi. Hal itu untuk mengantisipasi membludaknya kembali pengangguran di Bojonegoro pasca berakhirnya proyek Banyuurip.
“Jangan sampai masalah itu menjadi bom waktu yang justru dapat memunculkan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan,” tegas Parmo.
“Siapapun yang akan memberikan program bukan menjadi soal, Mas. Baik itu langsung Pemkab Bojonegoro MCL, atau Pertamina. Yang terpenting 2-3 tahun kedepan warga tetap bisa membuka usaha berkelanjutan,” sambung Parmo.(sam)