Minta Kepastian Pembebasan Lahan Gas Cepu

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Warga sekitar lokasi proyek unitisasi sumur gas Jambaran – Tiung Biru (J-TBR) minta kepada Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) untuk segera memberikan kepastian pembebasan lahan untuk pipa gas.

Rencananya pembebasan lahan dua lapangan gas yang masuk dalam proyek Gas Cepu itu akan melintasi sejumlah desa di beberapa kecamatan yakni Kecamatan Ngasem, Tambakrejo, Purwosari dan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kepala Urusan Pemerintahan (Kaur Pem) Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Munari, mengatakan, pemahaman yang diberikan PEPC melalui sosialisasi yang dikemas dengan konsultasi publik sudah bisa ditangkap secara gamblang oleh warga. Lain itu, hampir keseluruhan warga sudah ada pengalaman dengan pembebasan lahan untuk proyek Banyuurip, Blok Cepu.

“Meskipun sedikit warga sudah ada pengalaman dan tahu seperti apa pembebasan lahan itu. Karena, lokasi warga tak jauh dari Blok Cepu, Mas,” kata Munari kepada suarabanyuurip.com, Minggu (19/01/2014).

Karena itu, dirinya meminta kepada PEPC segera memberi kejelasan kapan pembebasan lahan itu dilaksanakan dan memberikan kepastian harga lahan yang akan dibebaskan kepada pemilik lahan. Sebab selama ini ada kesan warga di nina bubukan dengan pemberian bantuan melalui program corporate social responsibility (CSR).

Baca Juga :   Proyek J-TB Jadi Solusi Mantan Naker Blok Cepu

“Dua kali sosialisasi yang sudah dilakukan banyak warga yang sudah memahami, Mas. Karena itu, PEPC secepatnya menentukan jadwal pembebasannya secara pasti. Jangan cuman rundingan-rundingan saja,” ujar Munari.

“Saya yakin, asal transparan dan harganya tidak merugikan pemilik lahan pasti lancar, Mas,” sambung ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dolok Gede, Kecamatan Tambakrejo, Muhamad Ali.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *