Naker Gas Cepu Harus Prioritaskan Pemilik Lahan

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Operator Gas Cepu Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), diminta memprioritaskan pemilik lahan yang dibebaskan dalam perkerutan tenaga proyek nantinya.

“Harus diutamakan, lahan persawahan mereka telah direlakan demi proyek negara,” kata tokoh masyarakat Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Abdul Aziz kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (19/1/2014).

Dia menuturkan, mayoritas masyarakat di sekitar lapangan unitisasi Gas Jambaran -Tiung Biru (TBR) adalah bekerja sebagai petani dan pedagang. Namun sebagian telah ikut terlibat di proyek TBR oleh Pertamina Asset 4 Field Cepu.

Menurut dia, dengan berkurangnya area lahan menjadi industri maka diharapkan pula peluang tenaga kerja kian terbuka. Dirinya juga mendukung adanya pelatihan sebagai upaya menyiapkan warga sebelum proyek dimulai.

“Saya kira usaha yang bagus,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, proyek Gas Cepu yang terdiri dari Lapangan Unitisasi Jambaran-TBR dan Cendana diketahui membutuhkan wilayah seluas sekitar 174 hektare (Ha). Terdiri dari 140 hektar milik Perum Perhutani dan 34 Ha milik pribadi. (roz)

Baca Juga :   SKK Migas : Penjualan Minyak Nasional Sesuaikan Kebutuhan Kilang

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *