Pipa Gas Cepu Akan Disambung dengan PHE ONWJ

hamdi zainal

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro- Produksi Gas Cepu yang berpusat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur direncanakan memasok kebutuhan gas untuk perusahaan listrik negara (PLN). Karena pipa Gas yang berasal dari unitisasi Lapangan Gas Jambarn – Tiung Biru dan terintregasi Lapangan Cendana itu sangat memungkinkan disambungkan dengan pipa milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), anak perusahaan Pertamina Hulu Energi (PHE), dan Nusantara Regas untuk mengalirkan gas hasil regasifikasi gas alam cair (LNG).

“Saya rasa Blok Cepu akan sangat bisa sekali, hanya lihat perkembangan nanti kalau sudah dikerjakan,” kata Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Hamdi Zaenal kepada SuaraBanyuurip, Jum’at (30/8/2013).

Hamdi menjelaskan, saat ini PHE ONWJ dengan Nusantara Regas telah sepakat sharing fasilitas untuk mengalirkan gas hasil regasifikasi gas alam cair (LNG) untuk memasok kebutuhan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Penandatanganan Facility Sharing Agreement (FSA) dilakukan Direktur Utama PHE, Ignatius Tenny Wibowo dan Direktur Utama Nusantara Regas, Hendra Jaya, disaksikan Plt. Kepala SKK Migas, J. Widjonarko di kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (29/8) kemarin.

Baca Juga :   Camat Jenu, Kades Remen dan Mentoso Dilaporkan Warga ke Polisi

“Ini merupakan  satu upaya nyata efisiensi di industri hulu migas,” tegas dia.

Menurut Hamdi, berdasarkan estimasi yang ada, pemanfaatan bersama fasilitas ini akan menghasilkan potensi efisiensi. Di sisi hulu, terjadi pengurangan cost recovery karena ada biaya operasi dan perawatan yang dibebankan kepada Nusantara Regas. Berdasarkan data historical terakhir PHE-ONWJ untuk biaya operasi dan perawatan.

“Dengan asumsikan Nusantara Regas menyalurkan gas sebesar 165 billion british thermal unit per hari selama tiga tahun, potensi penghematan cost recovery di PHE-ONWJ kurang lebih sebesar US$ 13,9 juta,” ujar dia mengkakulasi.

Sedangkan dari hilir, lanjut Hamdi, ada efisiensi biaya bahan bakar operasi PLN. Dari data yang ada, Nusantara Regas mengirimkan gas kepada PLN periode 24 Mei – 31 Desember 2012 sebesar 32,4 juta mmBtu dan periode 1 Januari – 15 Agustus 2013 sebesar 40,6 juta mmBtu. Dari angka tersebut diestimasikan penghematan dari konversi bahan bakar minyak ke gas oleh PLN sebesar US$ 798,3 juta atau kurang lebih Rp 7,98 triliun.

Baca Juga :   Pertamina EP Cepu Bersama SKK Migas Akan Laksanakan Rekomendasi BPK

“Ini suatu contoh yang baik bagaimana kegiatan hulu dan hilir bisa berkolaborasi, bisa menghemat biaya,” tukasnya.

Karena alas an itupula, SKK Migas yakin keberadaan proyek Blok Cepu di Bojonegoro khususnya proyek gasnya kemungkinan pipanya akan tersambung dengan pipa hilir dan bisa sharing fasilitas guna mengalirkan gas hasil regasifikasi gas alam cair (LNG) untuk memasok kebutuhan Perusahaan Listrik Negara (PLN) berikutnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *