FSO Cinta Natomas Bisa Diamankan

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Floating Storage Offloading (FSO) Cinta Natomas, yang sempat hanyut dan terlepas dari sandarannya sekarang sudah bisa diamankan oleh petugas dari Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), Selasa (21/1/2014).

Field Admint Superintendant JOB PPEJ, Hananto Aji, mengabarkan, kepada SuaraBanyuurip.com kalau saat ini kapal sudah bisa diamankan dan untuk sementara sudah tidak hanyut lagi seperti semula. Posisinya sekarang sudah berada di 3 mil dari tempat sandarnya.

“Sekarang kapal sudah bisa diamankan 3 mil sebelah timur dari posisi semula bersandar,” jelas Hananto Aji, mengabarkan kepada SuaraBanyuurip.com pada pukul 16:31 Wib.

Supaya tidak hanyut kembali, FSO tersebut masih di jaga dua kapal boat sebagai penarik. Sambil menunggu cuaca di laut utara membaik. Sementara ini petugas juga sudah bisa mengatasi beberapa permasalahan yang ada di laut utara.

“FSO dijaga oleh dua kapal boat, menunggu sampai cuaca buruk bisa membaik,” kata Hananto Aji.

Lebih rinci dia menjelaskan, kalau minyak mentah tumpah akibat putusnya pipa pengalir minyak mentah ke FSO. Pipa penghubung tersebut mempunyai kapasitas sekitar 77 barel, tapi tidak semua tumpah di laut utara. Karena operator langsung menghentikan aliran minyak mentah setelah mengetahui kejadian putusnya pipa penghubung tersebut.

Baca Juga :   Minta Pokmas Penuhi Aturan Angkutan Minyak

“Kapasitas pipa 77 barel, tapi tidak semua tumpah di laut. Karena kita langsung stop setelah mengetahui pipa penghubung tersebut putus dan kapal FSO mulai hanyut,” tandasnya. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *