SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Nelayan yang berada di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meminta operator Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), bertanggung jawab atas tumpahnya minyak mentah yang berada di perairan laut utara, Selasa (21/1/2014).
“Kita minta JOB PPEJ supaya segera membersihkan limbah yang ada disana (laut), itu kan ada alatnya,†jelas Shokib Achmadi, tokoh masyarakat nelayan Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.
Kekhawatiran nelayan, jika tumpahnya minyak mentah kalau tidak segera dibersihkan akan berakibat pada rusaknya habitat laut. Sehingga, berpotensi matinya ikan dan beberapa penghidupan laut lainnya.
“Kita takut banyak ikan yang mati,†kata pria yang juga perangkat desa ini menambahkan.
Beruntung saat ini tidak ada satupun nelayan yang melaut karena gelombang buruk. Pria ini memperkirakan, tumpahnya minyak mentah bisa sampai ke pantai Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Karena saat ini arus laut sedang menuju ke arah timur.
“Kemungkinan minyak mentah akan sampai kesana (Brondong),†ujar Shokib memperkirakan.
“Beruntung tidak ada nelayan yang melaut karena cuaca buruk selama beberapa bulan,†kata Shokib menambahkan.
Diketahui, Floating Storage Offloading (FSO) Tangker Cinta Natomas, terlepas dari sandaran akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi ketika akan mengangkut minyak mentah yang dialirkan dari Lapangan Mudi. Akibatnya minyak mentah yang akan diangkut tersebut tumpah di laut lepas. (edp)