SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Jumlah kasus demam berdarah (DB) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada awal tahun 2014 ini menurun. Namun begitu Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tetap melakukan langkah antisipasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora,  Henny Indriyanti, mengatakan, turunnya jumlah kasus itu tidak bisa lepas dari  kerja keras petugas  dalam upaya pencegahan penyakit deman berdarah (DB).
“Kita semua tahu kalau penyakit ini bisa mengakibatkan penderita meninggal dunia bila telat penanganan. Oleh karena itu, kita tetap lakukan langkah antipasi,” kata Henny.
Dia mengungkapkan, pada bulan Januari ini jumlah kasus DB tidak sampai delapan kasus. Padahal sebelumnya diprediksi jumlahnya meningkat seiring datangnya musim penghujan.
Henny menjelaskan, penyebaran penyakit DB bisa dicegah dengan melakukan antisipasi dini. Yaitu dengan mengintensifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, yakni menguras, menutup dan mengubur media atau wadah penampung air yang memungkinkan nyamuk DB berkembang biak.
“Selain itu juga dengan melakukan pengasapan atau fogging pencegahan di daerah endemis DB,” ungkapnya.
Untuk fogging, Henny mengaku sejak November 2013 lalu sudah gencar dilakukan. “Fogging itu selain dilakukan di pemukiman penduduk, fogging pencegahan dilakukan pula di sekolah-sekolah,” katanya.
Dia beberkan data yang dihimpun pada  tahun 2013 jumlah kasus DB di Blora mencapai sebanyak 484 kasus. Dari jumlah itu, delapan orang penderitanya meninggal dunia.(ali)