SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ternyata belum menerima laporan tumpahnya minyak mentah di laut utara akibat lepasnya Floating Storage Offloading (FSO) Cinta Natomas milik Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) pada hari Selasa pagi kemarin.
Wakil Bupati Tubab, Noor Nahar Hussein, justru mengaku baru mendapatkan informasi dari wartawan yang datang mewawancarainya. Dia juga mengatakan bawahannya dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) maupun Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tuban, belum memberi laporan.
“Saya malah baru tahu sekarang ini,†kata Noor Nahar, ketika di wawancarai usai menghadiri pelantikan Dewan Masjid Indonesia, di Asrama Haji Tuban, Rabu (22/1/2014).
Ketika wartawan menanyakan kalau kejadian ini sudah terjadi satu hari lalu. Wabup masih menyatakan kalau belum tahu dan baru akan menanyakan kepada instansi terkait.
“Saya belum tahu, coba nanti saya tanyakan lagi,†jelas Noor Nahar.
Padahal pada hari Selasa kemarin, Kepala BLH Kabupaten Tuban, Mulyadi, mengatakan kepada Suarabanyuurip.com kalau pihaknya sudah mendapat laporan dari JOB PPEJ. Serta masih menunggu data lengkap laporan tersebut setelah dilakukan identivikasi dari petugas lapangan.
Sebelumnya, selang penyalur minyak mentah ke FSO Cinta Natomas diketahui putus setelah penampung minyak mentah di laut utara ini hanyut dan terlepas dari sandarannya. Kondisi ini menyebabkan minyak mentah yang berada di selang ikut tumpah di laut. Hanyutnya kapal ini sendiri, akibat gelombang setinggi 5 meter dan angin kencang yang mencapai 25 knot. (edp)