SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Setelah melalui proses panjang, akhirnya Kementerian Pengerjaan Umum (PU) menganggarkan Rp40 milyar untuk pembangunan tanggul Bengawan Solo di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Kepastian itu diperoleh setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban melakukan presentasi tentang pentingnya pembangunan tanggul Bengawan Solo di kantor Kementerian PU, Kamis (23/1/2014).
“Setelah presentasi, 40 Milyar dianggarkan untuk bangun tanggul Tuban,†kata Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiyono, melalui BlackberryMessenger kepada SuaraBanyuurip.com.
Joko sendiri, saat ini masih berada di Kementerian PU bersama dengan Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Noor Nahar Hussein, Kepala Dinas PU, Tuban Choliq Chunasih, dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tuban Budi Wiyana.
“Ini saya masih di Kementerian PU bersama Pak Wabup, Pak Budi dan Pak Choliq untuk menyampaikan presentasi bencana sampai harus dibangunnya tanggul,†ujarnya, menjelaskan.
Rencananya pembangunan tanggul diupayakan terlebih dahulu di wilayah Kecamatan Rengel. Terutama beberapa titik yang belum ada tanggul dengan syarat lahan sudah siap.
“Upayakan di tempat yang tidak ada tanggulnya, syaratnya lahan sudah siap,†ujar Joko.
Sebelumnya, Joko juga menyebut setelah adanya pembangunan tanggul di wilayah Kabupaten Bojonegoro, potensi luapan air di bengawan solo semakin tinggi. Bahkan dalam satu tahun, luapan air bisa terjadi hingga 4 kali. Kondisi ini tentunya sangat meresahkan warga yang tinggal di daerah aliran sungai yang terpanjang di pulau jawa tersebut.(edp)