SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Memasuki musim panen harga tomat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur anjlok. Akibatnya petani harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Musim panen kali ini harga tomat turun hingga Rp 1500 perkilogram. Padahal pada panen sebelumnya harga masih dikisaran Rp3000 – Rp5000 perkilogram.
“Harga tomat jatuh mas. Cuma laku Rp1500 perkilogram,†keluh salah satu petani di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Abdul Fatah kepada suarabanyuurip.com, Jumat (24/1/2014).
Jatuhnya harga tomat tersebut menjadikan dirinya harus menanggung kerugian hingga jutaan rupiah. Menurutnya, jika dikalkulasi antara biaya bibit, pupuk, obat dan perawatan yang dikeluarkan belum bisa balik modal.
“Modalnya sekitar Rp 15 juta. Kalau harga tomatnya Cuma Rp 1500 jelas rugi mas,†cetus Fatah yang mengaku memiliki 10.000 batang tomat tersebut.
Kerugian tersebut dialami hampir semua petani di Solokuro. Karena mayoritas warga di sana bercocok tanam holtikultura tersebut.
Senada juga disampaikan petani tomat di Desa Sambangan, Kecamatan Babat. Mereka mengeluhkan jatuhnya harga tomat. “Bakul hanya mau beli Rp1500 perkilogram, Mas. Ndak mau menaikkan lagi,†Sambung petani Sambangan, Samad.
Menurut Samad, jatuhnya harga Tomat terjadi sejak dua minggu lalu. Penyebabnya, produksi tomat dari Kediri banyak masuk diwilayah Lamongan. “Tomat dari kediri yang biasa dijual ke Jakarta menyerbu Lamongan karena Jakarta banjir. Jadinya harga tomat anjlok,†ujar dia, menjelaskan. Walau harga jual rendah, namun petani setempat tetap memanen tomatnya dari pada mengalami kerugian lebih besar.
Dikonfirmasi tentang jatuhnya harga tomat di Lamongan, Sekretaris Dinas Pertanian Lamongan, Hariyanto, hingga tulisan ini diterbitkan belum memberikan jawaban. (tok)