SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Perjuangan untuk mendapatkan proyek City Gas ternyata membutuhkan waktu panjang. Proyek gas tersebut diklaim sebagai salah satu program guliran kompensasi atas diproduksinya potensi Gas Bumi di Blok Gundih dengan Pembangunan Central Processing Plan (CPP) Gundih.
PT. Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) melalui Proyek Pengembangan Gas Jawa  di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah tentunya punya kewajiban untuk melibatkan peran serta daerah dalam pengelolaannya.
Menurut Kepala Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Setyo Edi, proyek City Gas itu merupakan kompensasi dari pemerintah pusat seiring dengan diproduksinya potensi gas di Blok Gundih. Karena itu, city gas tidak disalurkan ke wilayah perkotaan. Melainkan desa-desa sekitar Blok Gundih, karena mereka yang merasakan langsung dampak langsung akan aktivitas pertambangannya.
Edi mengungkapkan, proyek City Gas sendiri mulai jadi bahan pembicaraan sejak 2006 lalu, terwujud di kawasan Blora selatan, yakni Kecamatan Kradenan, Kedungtuban dan Cepu. Kemudian pada 2006 lalu, proyek klaster gas mencuat setelah antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan DPRD semasa Bupati H Basuki Widodo (almarhum) dan Ketua DPRD HM Warsit, sering melempar isu ini di berbagai kesempatan.
“Cuman waktu itu proyek ini direncanakan dengan memanfaatkan cadangan sumber gas di kawasan Semanggi, dan jadi isu politik oleh para wakil rakyat dapat dukungan dana Pemerintah Pusat sekitar Rp 60 miliar hingga Rp 90 miliar pada tahun 2006 lalu,†tutur Edi.
Namun, lanjut Edi, hingga berganti Bupati RM Yudhi Sancoyo pada tahun 2010 silam, hingga awal tahun 2011, proyek City Gas belum juga terwujud. Â Harapan itu muncul kembali ketika pertengahan tahun 2011, Bupati Blora diganti Djoko Nugroho, akan terealisasinya proyek yang kini disebut City Gas ini.
“Pada akhir 2011 hingga awal 2012, terjadi kesepakatan digulirnya proyek City Gas yang akan dialirkan ke beberapa desa sekitar Blok Gundih,†kenangnya.
Jika proyeksi sebelumnya, Â cadangan gas akan diambilkan dari Lapangan Migas Semanggi, Kecamatan Jepon, pada perkembangannya untuk jaringan gas terbaru ini diambilkan dari proyek milik PT Pertamina Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Cepu di Central Processing Plan (CPP) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.(ali)