Nelayan Tak Melaut Omzet SPDN Anjlok

SPDN Lamongan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Tak beraninya nelayan pantai utara Kabupaten Lamongan, Jawa Timur melaut sekitar tiga pekan terakhir akibat cuaca ekstrim, berdampak pada penjualan solar di Solar Paket Dealer untuk Nelayan (SPDN) setempat. Omset SPDN saat ini anjlok hingga 90 persen dari penjualan cuaca normal.

Tingginya gelombang laut dan kondisi cuaca yang buruk, membuat nelayan memilih menggantung jala dan menambatkan perahu. Jika nekat miyang (melaut) mereka bakal mempertaruhkan nyawa.

Sejumlah SPDN yang saat ini diterpa kerugian akibat musin tak menentu ini berada di wilayah Kecamatan Brondong dan Paciran. Omzet mereka benar-benar jatuh hingga 90 persen mendekati titik nadir.

“Sejak tiga pekan ini omzet penjualan solar turun hingga 90 persen, Mas. Tidak ada nelayan yang berani melaut, “ kata Arif, operator SPDN di TPI Brondong kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (25/1/2014).

Padahal pada hari-hari biasa saat cuaca bersahabat, dan nelayan melaut SPDN sampai kewalahan dan tidak dapat memenuhi permintaan nelayan.

“Perbulan kami dijatah Pertamina 720 ribu liter. Dikirim dua hari sekali. Jatah itu masih belum mencukupi kebutuhan solar nelayan sehingga banyak nelayan yang beli solar di SPBU umum,“ cetusnya.

Baca Juga :   PPSDM Migas Lakukan Pelatihan Petugas Pengambil Contoh Air dan Air Limbah

Karena sepi pengelola SPDN bulan ini hanya mengajukan permintaan pengiriman solar ke Pertamina hanya 312 ribu liter atau separuh dari pengiriman normal.  Jumlah itu pun masih banyak tersisa. Dari 312 ribu liter, masih sekitar 217 ribu liter.

Menurutnya, nelayan tidak berani melaut karena resikonya cukup besar. Saat ini saja  nelayan di Brondong digemparkan dengan hilangnya 15 kapal yang belum kembali dari melaut di perairan Madura.

“Dua minggu lalu mereka nekad berangkat melaut. Namun saat ini belum kembali. Belum diketahui nasibnya entah selamat atau tidak, “ ujar Arif. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *