SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Digelarnya serentak pemilihan kepala desa (Pilkades) sekitar ladang migas Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur pada 2 Pebruari 2014 mendatang tak hanya menghentikan sementara pembangunan yang ada, namun juga mengurangi jadwal kerja bagi tenaga kerja (Naker) proyek Engineering Procurement and Constructions ( EPC)-1.
Hal tersebut terjadi lantaran para Naker yang hampir mayoritas berasal dari desa-desa yang akan menggelar Pilkades. Mereka tentunya akan menggunakan hak pilihnya dalam perhelatan demokrasi tingkat desa tersebut.
Seorang warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Rasit, mengatakan, digelarnya Pilkades tidak hanya menghentikan pembangunan sementara, namun juga akan berimbas pada naker asal warga desa sekitar sumur migas Banyuurip. Karena, akan menggunakan hak pilihnya.
“Informasinya Naker akan diliburkan untuk menggunakan hak pilihnya, Pak. Tapi, benar apa tidaknya saya tidak tau persisnya,” kata Rasit kepada Suarabanyuurip.com, Senin (27/01/2014).
Terpisah, Community Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor proyek EPC-1, Budi Karyawan, mengaku, tidak ada libur bagi naker EPC-1 disaat Pilkades dilaksanakan.
“Tidak diliburkan, Mas. Hanya saja, diberi kesempatan untuk memakai haknya memilih,” jelas Budi Karyawan kepada suarabanyuurip.com melalui pesan pendek.
Sekedar diketahui, Desa sekitar ladang migas Banyuurip yang akan menggelar Pilkades pada 02 Pebruari 2014 itu adalah, Desa Mojodelik, Gayam, Bonorejo, Brabowan, Katur dan Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur.(sam)