SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan mengawal penggunaan modal senilai Rp 20 Miliar yang digelontorkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) oleh Pemerintah Kabupaten setempat untuk persiapan generasi emas jelang era industrialisasi.
“Kami sebenarnya sepakat dengan penambahan modal tersebut, tetapi harus meningkatkan kinerjanya baik secara proporsional maupun profesional,” tegas Wakil Ketua DPRD, Syukur Prianto, Rabu (29/1/2014).
Politis Partai Demokrat itu menyatakan, jika pihaknya kurang setuju jika dana senilai Rp20 miliar itu digunakan hanya untuk memberikan pelatihan dan sertifikasi saja. Seharusnya dana tersebut untuk semua peluang usaha yang didapatkan dari industri yang akan masuk nantinya.
“Masa sebesar itu hanya untuk pelatihan dan sertifikasi saja,” tandasnya.
Syukur menegaskan, Â DPR akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran tersebut. Karena bagaimanapun juga dengan adanya BUMD harus dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bojonegoro.
Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Â Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Adi Witcaksono, mengungkapkan telah berkoordinasi dengan PT BBS dan akan mengawal kegiatan tersebut.
“Karena nanti uang itu akan dipinjamkan, jadi pelatihan dengan biaya mandiri tapi dipinjami dan kerja sama dengan bank juga dengan penjamin kredit,”tegasnya.
Adi menyatakan, dengan cara itu apabila ada sesuatu semuanya bisa terjamin dan uang tidak hilang, tetapi yang jadi agunan adalah sertifikat milik peserta.(rien)