Kerugian Pertamina Sulit Dihitung Spesifik

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Kerugian atas terbakarnya kapal tangker pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), MT Provident, yang terbakar di perairan tanjung awar-awar, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada pekan lalu sulit dihitung secara spesifik.

“Kerugian tidak bisa dihitung secara spesifik,” ungkap Assistan Manager Eksternal Relation Marketing Region V Jatim, Heppy Wulansari, kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (29/1/2014).

Heppy mengatakan, kalau kapal yang terbakar merupakan kapal sewa. Selain itu, kapal tersebut sudah diasuransikan sehingga untuk semua kerugian tentunya ditanggung pihak asuransi.

“Kapal itu sewa, juga diasuransikan,” kata perempuan berambut panjang ini menambahkan.

Kerugian yang ditanggung perusahaan, hanya pada kerusakan floating Hose Manifold. Yaitu, semacam selang yang dipergunakan untuk mengalirkan BBM dari pipa bawah laut ke tangki dari kapal tangker. Diterangkan ketika terbakar kapal dalam kondisi kosong.

“Kerusakan di alat tersebut,” jelasnya.

Diketahui, MT Provident terbakar pada hari Jumat (24/1/2014) pukul 12:00 waktu setempat. Kapal terbakar ketika tengah backloading BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak Tuban (TBBMT) melalui pelabuhan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Baca Juga :   Penanganan Gelandangan Terkendala Anggaran

Dalam insiden tersebut, 25 Anak Buah Kapal (ABK) dinyatakan selamat meski 3 diantaranya mengalami luka ringan. Selain itu, satu nelayan sekaligus petugas Mooring Gank, diketahui tewas setelah 4 hari dinyatakan hilang dan hanyut terbawa arus hingga ke wilayah Kabupaten Lamongan. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *