SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Jalur pipa minyak Banyuurip, Blok Cepu mulai di pasang peringatan tanda bahaya yang masuk objek vital milik negara. Pipa darat 20 inci sepanjang 72 Kilometer (KM) dari Sumur Banyuurip di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro hingga bibir Pantai Palang, Tuban, Jawa Timur itu berfungsi mengalirkan minyak mentah sebanyak 165 ribu barel per hari (bph) pada Oktober 2014 mendatang. Â Â
Seperti yang terlihat di perbatasan antara Desa Sumbertlaseh dan Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, terdapat papan peringatan bertuliskan “awas pipa minyak bawah tanah”. Papan itu terpasang berjejer diatas timbunan pipa.Â
“Sekitar dua minggu lalu dipasang,” kata salah satu warga sekitar, Mahendra ditemui suarabanyuurip.com, Rabu (28/1/2014).Â
Humas Konsorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) -_Kelsri, Sunarto, ketika dihubungi melaui telepon dan pesan singkat oleh suarabanyuurip belum ada tanggapan.
Namun sebelumnya Sunatro, mengungkapkan, kontrak pengerjaan proyek pipa Blok Cepu itu akan berakhir pada bulan Februari 2014. IKPT-Kelsri diberikan tenggang waktu untuk mengembalikan kondisi tanah bekas galian seperti semula setelah proyek selesai dikerjakan. Kemudian setelah itu akan  dilakukan komisioning dan penyerahan berita acara kepada Mobil Cepu Ltd (MCL), selaku operatorship Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.(roz)