Tawarkan Rencana Penataan Kota Bertaraf Internasional

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Berkembangnya industri minyak dan gas bumi (migas) khususnya Lapangan Banyuurip, Blok Cepu membuat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur harus benar-benar menjadikan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai panglima agar tidak terjadi kerusakan tatanan kota seperti kawasan migas lainnya.

Demikian dikatakan Ketua Perencanaan Kota Indonesia, Bernadez kepada suarabanyuurip.com. Dia menyampaikan, Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi menjadi kota metropolitan karena besarnya potensi alam yang dimiliki. Tidak hanya menjadi perhatian nasional saja, namun internasional.

“Kami yakin pemerintah dan masyarakat Bojonegoro belum pernah masuk ke era ini,” tegas Bernadez.

Dia menyatakan, Bojonegoro memiliki posisi strategis sebagai lumbung pangan dan energi, sehingga saat era industri masih tahap pengembangan semua pihak harus memikirkan bagaimana menciptakan master plan untuk ruang hidup.

“Kami sudah berpengalaman membuat perencanaan kota di beberapa negara kawasan industri atau pertambangan,” tandasnya.

Dia menjelaskan, kedatangannya bersama tim di Bojonegoro ini membawa suatu visi misi besar untuk membuat perencanaan kota seperti 800 objek lainnya yang tersebar di dunia. Beberapa perencanaan tersebut adalah perencanaan arsitektur desain perkotaan, perencanaan strategis, manajemen pembangunan hijau dan berkelanjutan, serta sarana transportasi.

Baca Juga :   Blok Cepu Kurangi Pengangguran di Jatim

“Yang kami utamakan adalah bagaimana Pemkab menyediakan ruang terbuka hijau disaat perkembangan ekonomi melaju pesat,” tutur Bernadez.

Untuk itu, pihaknya akan menawarkan sebuah kerjasama dan  berbagi pengetahuan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti  pelatihan ketrampilan, studi kasus, kunjungan teknis, dan ahli input. Karena pengetahuan bersama mendorong tindakan dan adaptasi lokal dan berbagi pengetahuan mendorong penemuan.

“Perlahan-lahan kami akan mengubah maindset masyarakat Bojonegoro,” pungkas dia.

Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Tedjo Sukmono, mengungkapkan, akan melakukan kajian terlebih dahulu terhadap perencanaan yang ditawarkan oleh Tim Perencanaan Kota Indonesia. Meskipun sudah memiliki pengalaman di berbagai daerah, namun tidak serta merta menggandeng mereka untuk mengubah tatanan kota Bojonegoro.

“Yang terpenting adalah bagaimana perkembangan di Bojonegoro ini bisa lebih mensejahterakan masyarakat, bukan menyengsarakan. Seperti meminimalisir banjir, kekeringan dan terpenting menciptakan ruang terbuka hijau,” sambung Tedjo.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *