SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Penurunan jumlah produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu dari 28 ribu barel per hari (Bph) menjadi 21 ribu Bph, akibat peristiwa tumpahnya kapal FSO Cinta Natomas beberapa waktu lalu tidak mempengaruhi suplai ke PT Tri Wahana Universal (TWU).
“Tidak begitu berpengaruh, Mas,” kata Humas PT TWU, Wendrayadi, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (1/2/204).
Adapun mengenai jumlah pasokannya, menurut dia, data terakhir hingga 12,6 ribu Bph. Namun demikian, Wendra mengaku jumlah tersebut tidak menentu. “Fluktuatif, Mas, yang lebih tahu sebenarnya di bidang logistik,” urainya.
Dia menuturkan, fluktuasi produksi Lapangan Banyuurip, tidak membuat operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) mengurangi pasokannya. Tentu mereka tetap bertanggung jawab memberikan suplai minyaknya kepada TWU.
Wendra menyatakan, kegiatan pengiriman yang dilakukan di TWU terus berjalan. Dalam setiap hari, sedikitnya ada sekitar 100 truck tanki yang melakukan pengiriman.
Sebelumnya SKK Migas menyatakan, insiden bocornya selang penyalur minyak mentah (hose) yang menghubungkan alat tambat (single point mooring) dan Floating Storage Offloading (FSO) Abherka dan Cinta Natomas beberapa waktu lalu sempat mengakibatkan penurunan dan penghentian sementara produksi.
Produksi minyak PHE WMO sebesar 22.2 ribu Bph dan gas 120 juta kaki kubik per hari. untuk minyak tidak berproduksi. “Sedangkan penyaluran gas turun menjadi 40 juta kaki kubik per hari,†kata Elan dalam siaran persnya saat itu.
Produksi lapangan Sukowati yang dikelola JOB PPEJ sebesar 29 ribu Bph dan 26 juta kaki kubik gas bumi per hari tidak sampai mengakibatkan shut down total.
“Produksi turun menjadi 8.9 ribu Bph dan 18 juta kaki kubik. Begitu bisa diperbaiki produksi akan ditingkatkan lagi,” kata Elan. Sedangkan lapangan Banyu Urip dengan kontraktor MCLÂ menghentikan penyaluran produksi ke FSO Cinta Natomas turun dari 28 ribu Bph hari menjadi 21 ribu Bph. (roz)