SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akan melakukan koordinasi dengan Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) terkait belum dilakukannya pengeboran sumur air di tiga desa Kecamatan Merakurak.
Tiga desa yang dimaksud adalah Desa Sembungrejo, Desa Sugihan, dan Desa Senori. Kesemuanya masuk di wilayah Kecamatan Merakurak.
Sumur air tersebut merupakan salah satu syarat sebagai ganti produksi pertanian yang hilang. Karena operator Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Tuban memakai sekitar 4 hektar lahan untuk pengeboran sumur sumber 1, yang terletak di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak.
“Coba nanti kita koordinasikan dengan pihak Petrochina ,” kata Kepala Bappeda Tuban, Budi Wiyana, ketika dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com melalui ponselnya, Senin (3/2/2014).
Sementara itu Field Admint Superintendant JOB PPEJ, Hananto Aji, membenarkan kalau operator belum melakukan pengeboran sumur air di desa-desa tersebut. Karena program tersebut masih dalam proses pengajuan serta evaluasi bersama dengan SKK Migas.
“Belum mas, saat ini ada masih dalam proses pengajuan dan evaluasi bersama SKK Migas,” kata Hananto kepada SuaraBanyuurip.com dihubungi terpisah.
Sebelumnya, warga Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak mempertanyakan bantuan dari JOB PPEJ berupa pengeboran sumur air untuk desa mereka. Mereka menyebut sudah satu tahun lebih program tersebut tidak ada kejelasan. Padahal ditempat tersebut juga sudah ditentukan mana titik dan lokasi yang akan di bor.(edp)