SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur belum menerima laporan dari operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) terkait jumlah kendaraan yang dioperasikan untuk proyek pengeboran Pad B di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro.
Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Iskandar, mengatakan, sejak awal tahun 2014 pihaknya belum menerima jumlah kendaraan operasional baik itu kendaraan pribadi maupun angkutan alat berat. Meskipun rapat mingguan yang dilaksanakan Tim Optimalisasi Kandungan Lokal tertunda beberapa bulan belakangan, namun bukan alasan untuk tidak menyerahkan laporan.
“Mereka seharusnya memberikan data untuk kendaraan pribadi yang digunakan itu plakatnya harus S jika digunakan selama tiga bulan berturut-turut, itupun sesuai Perda konten lokal,” tegasnya.
Terlebih, saat mendapatkan laporan rusaknya akses jalan di Dusun Mlaten, Desa Campurejo yang setiap harinya dilewati kendaraan alat berat. Tidak ada satupun data masuk ke kantor Dishub mengenai hal itu.
“Kendaraan alat berat maupun truk yang melewati jalan harus sesuai dengan kelasnya, kalau melebihi itu perlu rekomendasi,” tandas pria berkumis lebat itu kepada SuaraBanyuurip.com.
Pihaknya akan segara melayangkan surat peringatan kepada JOB P-PEJ agar memberikan data kendaraan yang beroperasional saat ini. Apabila tidak diindahkan, akan mendatangi lokasi dan meminta pertanggungjawaban langsung kepada yang bersangkutan.
“Kita tunggu iktikad baik mereka,” imbuhnya.
Sementara itu, Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Hananto Aji, membantah belum memberikan laporan mengenai kendaraan pribadi maupun alat berat.
“Tahun kemarin kami sudah memberikan,” sergahnya.
Sedangkan untuk alat berat atau trailer bukan milik JOB P-PEJ melainkan sewa, karena di Bojonegoro belum tersedia. Kendaraan tersebut biasanya diambil dari jasa angkutan berat di pelabuhan Surabaya. (rien)