SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur menghentikan sementara aktifitas mobil tanki pengangkut limbah kotoran manusia dari wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sejak Senin (3/2/2014)  malam kemarin. Penghentian itu dilakukan karena jalan poros Desa Bandungrejo – Ngasem  saat ini sedang dalam kondisi rusak.
Informasi yang diperoleh menyebut, penghentian sementara itu dilakukan agar tidak semakin memperparah kerusakan jalan. Sebab jalan tersebut merupakan akses utama warga menuju ke kantor Kecamatan Ngasem maupun jalur utama menuju lokasi sumur gas Jambaran yang di operatori Pertamina Eksplorasi dan Produsi Capu (PEPC).
Selain itu jalan poros kecamatan itu juga menuju lokasi sumur Alas Tua Barat (ATW) di Desa Ngasem yang di operatori Mobil Cepu Ltd (MCL).
Pejabat sementara (PJs) Kepala Desa (Kades) Bandungrejo, Mundir, mengatakan, penghentian tanki pengangkut limbah itu bukan untuk menghambat aktifitas. Namun, demi mengamankan jalan poros kecamatan yang semakin rusak parah. Selain itu agar pembangunan jalan sepanjang sekira 1,8 kilo meter oleh Dinas Pengerjaan Umum Bojonegoro tidak ikut rusak.
“Sejak Senin  malam kita hentikan sementara, Mas. Sambil menunggu bos nya mobil pengankut limbah itu bisa diajak duduk satu meja untuk memusyawarahkan. Sedangkan, bos nya siapa sampai saat ini saya juga belum tahu. Sebab, tidak ada pemberitahuan dulu ke desa sebelum beraktifitas,” kata Mundir via telepon, Selasa (04/02/2014).
Dia menjelaskan, penghentian sementara ini  karena banyak keluhan warga atas rusaknya jalan poros desa tersebut. “Sebelum menghentikan, saya juga sudah berkomunikasi dengan pihak Muspika Kecamatan Ngasem, Mas. Intinya, demi kelancaran bagi semua pihak saat melintasi jalan poros desa Bandungrejo – Ngasem ini,” imbuh pria yang juga staf Kecamatan Ngasem tersebut.(sam)