PEPC Tak Jelas Warga Lepas Lahan ke Calo

tbr

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Warga sekitar proyek unitisasi sumur gas Jambaran – Tiung Biru (J-TBR) memilih menjual lahannya kepada calo ketimbang langsung kepada operator sumur gas J-TBR, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). Hal itu dilakukan karena warga merasa banyak aturan yang diterapkannya. Bahkan, hingga saat ini harga lahan yang akan dibebaskan pun belum ditentukan per meternya. 

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Dolok Gede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa-Timur, Muhamad Ali, mengatakan, sudah mulai ada calo pembebasan lahan yang sudah berkeliaran di sekitar desa yang wilayahnya akan terlintasi proyek unitisasi sumur gas J-TBR.

“Para calo itu berspekulasi membeli lahan warga yang mungkin nanti terkena pembebasan, Mas,” kata Muhamad Ali kepada suarabanyuurip.com, Selasa (04/02/2014).

Dia menjelaskan, sudah ada tiga warga Dolok Gede yang bakal menjual lahannya kepada calo. Bahkan, dari ketiga warga itu, satu warga sudah menjual lahannya ke calo dengan harga per meternya berkisaran Rp120.000. Sedangkan dua orang lainya masih dalam proses.

Baca Juga :   Persenjatai Diri Saat Periksa Sumur Minyak

“Saya pernah diajak rembukan dengan warga Dolok yang menjual lahannya itu, Mas. Katanya, mereka memilih menjual lahannya ke calo karena merasa jemu dengan  PEPC banyak aturan dan tidak segera menentukan harga yang pasti per meternya berapa. Bahkan, mereka takut jika nanti ada tekanan karena proyek negara,” jelasnya.

“Dari pada tidak ada kejelasan, mendingan saya jual saja ke calo langsung dapat uang. Lain itu, berapa harga per meternya PEPC juga ngambang tidak segera ditentukan. Adanya hanya sosialisasi begitu-begitu saja,” sambung Sunoko warga Dolok Gede yang lahannya dijual ke calo tersebut. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *