SuaraBanyuurip.com – Suko Nugroho
Bojonegoro – Banjir Bengawan Solo yang terjadi di wilayah Bojonegoro selama ini merupakan air kiriman dari empat belas daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Ke empat belas kabupaten itu adalah Ngawi, Madiun, Ponorogo, Magetan, Tuban dan Bojonegoro, Jawa Timur. Kemudian dari Jawa Tengah  yakni Rembang, Sragen, Karanganyar, Solo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Sukoharjo, dan Blora.
“Saya baru tahu kalau air dari Kali Kening berasal dari Rembang menjadi salah satu penyumbang Banjir di Bojonegoro,” kata Bupati Bojonegoro, Suyoto saat memimpin ekspose prediksi dan kesiapan penanggulangan banjir Bojonegoro fase 2 di ruang Batik Madrim, Selasa (4/2/2013).
Menurut Bupati, dengan kondisi Bengawan Solo di Bojonegoro yang sudah dangkal itu tak mampu menampung air dari empat belas kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sehingga cara yang bisa dilakukan untuk menanggulanginya adalah dengan pembuatan sudetan-sudetan ke laut mulai dari hulu sampai hilir.
“Seperti Rembang seharusnya ada sudetan ke laut, karena wilayah itu dekat laut. Sehingga semua air tidak masuk ke bengawan,” ujar Suyoto.
“Jika nanti jadi presiden, saya akan buat sudetan-sudetan itu agar banjir Bengawan Solo selama ini bisa teratasi,” lanjut Ketua DPW PAN Jatim itu.
Ekspose prediski dan kesiapsiagaan banjir Bojonegoro itu diikuti sejumlah satuan kerja khusus perangkat daerah (SKPD) dan lembaga lintas sektoral. Diantaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Pengairan dan Bappeda. Selain itu, Jasa Tirta, Polres, Brimob, dan PMI.
“Sesuai prediksi kita banjir bengawan Solo tahap dua ini akan terjadi pada pertangan Peburari ini,” sambung Kepala BPBD Bojonegoro, Amir Syahid.(suko)